Tax Payer Conference 2026 Dorong Pajak Adil untuk Indonesia Berkah

  • 16 Jul 2026 13:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pajak merupakan instrumen gotong royong dan amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Uang pajak yang diperoleh harus dikelola secara transparan, akuntabel, adil, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketua Tax Payer Community Abdul Koni mengatakan, pajak yang adil akan meningkatkan kepercayaan wajib pajak sekaligus kepatuhan pajak secara sukarela dan berkelanjutan.

“Kepatuhan pajak diharapkan terus meningkat sehingga penerimaan negara dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pemerataan pembangunan nasional dan terwujudnya Indonesia yang maju dan berlimpah berkah,” ujar Abdul Koni dalam sambutannya pada acara Tax Payer Conference 2026 di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pajak Nasional dan Hari Ulang Tahun Ke-20 PajakOnline (2006–2026), bisa menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun sistem perpajakan Indonesia yang semakin adil, berintegritas, dan berorientasi pada kemakmuran rakyat.

Abdul Koni berharap, melalui kegiatan ini dapat tercipta komitmen bersama untuk membangun ekosistem perpajakan nasional yang semakin menge-depankan keadilan, akurasi data, kepastian hukum, dan tata kelola yang baik.

Tax Payer Conference 2026 dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Pajak Adil Data Akurat, Kepatuhan Tumbuh Indonesia Berkah” dengan keynote Speaker dalam acara tersebut adalah Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Inge Diana Rismawanti, serta Ketua Dewan Pembina Tax Payer Community, Arfan. Adapun pembicara seminar adalah Ketua ICMI Muda Jakarta, Dr. Dirgantara Wicaksono, dan Ketua Tax Payer Community, Abdul Koni.

Direktur P2 Humas DJP Inge Diana Rismawanti menyampaikan, Tax Payer Community bersama media PajakOnline menjadi mitra strategis pemerintah meningkatkan kesadaran pajak dan kepatuhan para wajib pajak dalam membayar pajak.

“Diharapkan kerja sama ini dapat terus menyebarluaskan edukasi, literasi serta meningkatkan penerimaan pajak untuk pemerataan pembangunan demi mencapai kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurutnya Inge, kepatuhan pajak yang berkelanjutan harus lahir dari kesadaran masyarakat wajib pajak. Oleh karena itu, edukasi perpajakan perlu disampaikan secara lebih luas dengan bahasa yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Ketua Dewan Pembina Tax Payer Community Arfan mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat budaya kepatuhan pajak sebagai fondasi pembangunan nasional. Menurut Arfan, setiap rupiah uang pajak yang dibayarkan wajib pajak menjadi sumber pembiayaan berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, hingga penguatan pertahanan negara.

“Pajak adalah investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Jangan lagi melihat pajak sebagai beban, tetapi sebagai investasi bersama bagi masa depan bangsa,” ucap Arfan.

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, Arfan menilai Indonesia membutuhkan fondasi fiskal yang kuat melalui penerimaan pajak yang sehat dan berkelanjutan. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang terus menjalankan reformasi perpajakan melalui penyederhanaan regulasi, teknologi digitalisasi dan peningkatan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI Muda Jakarta Dr. Dirgantara Wicaksono menyoroti pentingnya membangun ekosistem perpajakan yang kolaboratif antara pemerintah, wajib pajak, akademisi, praktisi, peneliti, serta pelaku teknologi dan inovasi. Kolaborasi tersebut diyakini akan menghasilkan kebijakan berbasis data, meningkatkan efisiensi administrasi, memperkuat transparansi, serta menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....