Save The Children Indonesia : Pemenuhan Hak Anak Perlu Kolaborasi Berkelanjutan

  • 14 Jul 2026 18:36 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia terus menunjukkan kemajuan dalam pemenuhan hak anak, baik dalam hak-hak sipil, pengasuhan keluarga, kesehatan dan gizi, pendidikan dasar serta perlindungan anak. Di tengah-tengah indikator nasional perlindungan anak, masih banyak tantangan yang perlu diatasi dengan melanjutkan komitmen dan kolaborasi bersama.

Berdasarkan profil anak Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), sebanyak 29,8 juta anak di Indonesia masih mengalami ketertinggalan pembelajaran, 19,8% prevalensi stunting, dan 4.727 bencana yang terjadi turut meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai risiko.

Sepanjang 2025, SIMFONI-PPA mencatat lebih dari 15.300 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan 12.160 kasus kekerasan fisik, di mana 60,1% kasus terjadi di rumah, tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak.

Selama 5 dekade sejak 1976, Save the Children Indonesia telah bekerja lintas sektor untuk mendorong pemenuhan hak anak melalui berbagai program di bidang kesehatan dan gizi, pendidikan dasar, Perlindungan Anak, peningkatan resiliensi, serta kesiapsiagaan dan respon bencana.

CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar mengatakan, upaya tersebut turut diperkuat melalui berbagai advokasi kebijakan sumber daya, dan praktik yang mendorong penguatan sistem perlindungan anak di Indonesia. Diantaranya dukungan terhadap perubahan paradigma menuju pengasuhan anak berbasis keluarga, melalui Permensos No. 30/HUK/2011 tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak dan berbagai kebijakan daerah yang memperkuat pemenuhan hak anak seperti penetapan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) menjadi Lembaga Ketahanan Desa (LKD).

Desi Kurwiany menyampaikan, selama 50 tahun terpetik pelajaran bahwa perubahan yang paling bermakna tidak pernah lahir dari satu pihak, melainkan dari kolaborasi. Berbagai capaian yang telah diraih menunjukkan bahwa perubahan nyata bagi anak dapat terwujud ketika semua pihak bergerak bersama.

“Namun pelajaran ini juga mengingatkan kita bahwa masih banyak tantangan yang harus dijawab. Karena itu keberpihakan terhadap anak tidak boleh berhenti sebagai komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi yang semakin kuat dan aksi yang konkret serta berkelanjutan,” ujar Dessy saat peluncuran Festival Pahlawan Anak dalam upaya mengawal ekosistem perlindungan anak di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Komitmen tersebut akan terus diwujudkan melalui Festival Pahlawan Anak yang akan diselenggarakan pada 13-16 Agustus 2026 di Gandaria City, Jakarta. Festival ini merupakan gerakan kolaboratif yang mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung bagi setiap anak melalui dialog, pembelajaran, dan pengalaman interaktif.

Festival Pahlawan Anak terselenggara berkat dukungan berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pemenuhan hak anak di Indonesia. Save the Children Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Pahlawan Anak, kepada Pakuwon Group atas dukungan penuh, termasuk penyediaan venue acara, kepada Narasi sebagai media partner, serta kepada pendukung Save the Children Indonesia, Maudy Ayunda dan Najwa Shihab, bersama para tokoh yang berperan sebagal Festival Advisor: Daniel Rembeth, Dewi Soeharto, Angga Sasongko, Dini Ardi, Gupta Sitorus, Herry Budiazhari Salim, Loemongga Haoemasan, Primo Rizky, dan Tom Tandio, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam mewujudkan festival ini.

Momentum peringatan 50 tahun Save the Children Indonesia bukan hanya menjadi refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga titik tolak untuk memperkuat gerakan bersama dalam mengawal pemenuhan hak anak di Indonesia. Melalui kolaborasi yang terus diperluas, termasuk melalui Festival Pahlawan Anak, Save the Children Indonesia mengajak semakin banyak pihak untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik setiap anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....