Menjelang Mukhtamar NU, Zulfa Mustofa Siap Maju jika Diminta Jadi Ketua Umum PBNU

  • 11 Jul 2026 17:57 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • KH Zulfa Mustofa siap menerima nominasi sebagai calon Ketua Umum PBNU untuk Muktamar Ke-35 apabila diminta oleh pengurus cabang dan wilayah.
  • Aspirasi KH Zulfa maju sebagai ketua umum terus menguat dari sejumlah pengurus wilayah dan cabang NU yang menilainya sebagai ikon perubahan dalam organisasi.
  • KH Zulfa meluncurkan kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa yang berisi empat kitab tentang metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, dan sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani sebagai upaya menghidupkan tradisi menulis ulama.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, menyatakan siap apabila diminta maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan usai peluncuran kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 10 Juli 2026.

"Kalau itu permintaan dari pengurus cabang dan wilayah, saya tidak bisa menolak," kata KH Zulfa saat konferensi pers.

Menurutnya, pemilihan Ketua Umum PBNU harus dimaknai sebagai ikhtiar menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat persatuan warga Nahdlatul Ulama. Ia menilai kepemimpinan di tubuh NU bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah untuk merawat tradisi keilmuan dan membimbing umat.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Kyai Abdullah Syamsul Arifin, mengatakan aspirasi agar KH Zulfa maju sebagai calon ketua umum terus menguat dari sejumlah pengurus wilayah maupun pengurus cabang NU. Menurutnya, sosok KH Zulfa dinilai membawa semangat pembaruan di lingkungan organisasi.

"Beliau menjadi ikon perubahan dalam NU," ujar Abdullah.

Dalam kesempatan yang sama, KH Zulfa meluncurkan Ithafu Ummati Al Muqtafa, sebuah karya yang menghimpun empat kitab berbahasa Arab tentang metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi menulis di kalangan ulama dan pesantren.

"Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan sebuah karya yang saya beri nama Ithafu Ummati Al Muqtafa. Isinya empat kitab; tiga di bidang fikih dan ushul fikih, serta satu kitab mengenai biografi dan sejarah Syekh Nawawi al-Bantani," tutur KH Zulfa.

Menurutnya, keempat kitab tersebut diharapkan mampu menjembatani khazanah fikih klasik dengan berbagai persoalan masyarakat modern, termasuk isu transaksi digital, kebijakan publik, dinamika lembaga fatwa, hingga perkembangan dakwah di era media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....