Ketum KONI DKI Sebut Perguruan Tinggi Jadi Kunci Kemajuan Panahan Indonesia
- 09 Jul 2026 17:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) KONI DKI Jakarta Prof. Dr. H. Hidayat Humaid menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong prestasi panahan Indonesia di tingkat dunia melalui penguatan riset, inovasi, dan penerapan sport science dalam sistem pembinaan atlet.
Pernyataan tersebut disampaikan Hidayat saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepelatihan Panahan pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam pidato ilmiahnya, Hidayat menekankan bahwa keberhasilan suatu negara meraih prestasi olahraga internasional tidak semata-mata ditentukan oleh faktor biologis atau keunggulan fisik penduduknya. Menurutnya, prestasi justru lahir dari sistem pembinaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Negara-negara yang konsisten meraih medali dalam cabang olahraga tertentu tidak selalu memiliki keunggulan biologis populasi, tetapi mampu membangun sistem pembinaan jangka panjang yang terintegrasi dan berbasis data,” ujarnya.
Hidayat menilai panahan merupakan cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai andalan Indonesia di tingkat dunia. Berbeda dengan sejumlah cabang olahraga lain yang sangat bergantung pada karakteristik antropometri seperti tinggi badan atau massa otot, panahan lebih mengedepankan akurasi, konsistensi teknik, stabilitas postural, kontrol neuromotorik, serta kesiapan psikologis atlet.
Karakteristik tersebut, kata dia, memberikan peluang yang lebih luas bagi Indonesia untuk bersaing karena keberhasilan atlet panahan tidak ditentukan oleh ukuran tubuh, melainkan kualitas pembinaan dan penguasaan teknik yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.
Ia juga menyoroti bonus demografi Indonesia yang didominasi usia muda sebagai modal besar dalam proses pencarian dan pembinaan atlet sejak usia dini. Ditambah lagi, panahan memiliki akar historis dalam berbagai tradisi masyarakat Indonesia yang dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat terhadap olahraga tersebut.
Menurut Hidayat, pencapaian prestasi olahraga harus dibangun melalui pembinaan jangka panjang yang sistematis sesuai tahapan perkembangan atlet. Karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan model Long-Term Athlete Development (LTAD) agar pembinaan berlangsung berkesinambungan dan mampu mengantarkan atlet mencapai puncak performa pada usia kompetitif.
Selain itu, Hidayat menilai pendekatan sport science menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas kepelatihan panahan. Pemanfaatan disiplin ilmu seperti biomekanika, fisiologi olahraga, dan psikologi olahraga dinilai mampu meningkatkan efektivitas latihan sekaligus memperbaiki performa atlet secara berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan olahraga nasional, Hidayat mengusulkan agar panahan ditempatkan sebagai salah satu cabang olahraga prioritas karena memiliki peluang kompetitif yang besar di level internasional. “Dengan dukungan kebijakan nasional dan sistem pembinaan yang terarah, panahan dapat menjadi cabang olahraga unggulan Indonesia di tingkat dunia,” katanya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki posisi sentral dalam mewujudkan target tersebut melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan ilmu keolahragaan. Sinergi antara akademisi, pelatih, organisasi olahraga, dan pemerintah diyakini akan memperkuat ekosistem pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di pentas internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....