Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Petakan Potensi Biomassa 83,4 Juta Ton per Tahun
- 01 Jul 2026 18:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memetakan potensi biomassa nasional yang layak dimanfaatkan mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi tersebut akan menjadi salah satu penopang pengembangan ekosistem bioenergi guna memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan biomassa menjadi solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara bertahap melalui program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yakni dengan menggantikan sebagian penggunaan batu bara menggunakan biomassa yang berasal dari limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga sampah perkotaan.
“Batubara dapat disubstitusi dengan tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan tersebut diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU,” kata Hokkop dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi biomassa terbesar berada di Sumatra sebesar 42,8 juta ton per tahun, disusul Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua dan Maluku 1,9 juta ton, serta Bali dan Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton per tahun. Sumber biomassa tersebut berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Hokkop mengatakan pengembangan biomassa tidak hanya bertujuan mengurangi konsumsi batu bara, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi yang melibatkan masyarakat dalam rantai pasok energi.
“Bioenergi bukan hanya mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi dari desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya ada petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang bersama-sama memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa,” ujarnya.
Saat ini PLN telah mengimplementasikan program co-firing biomassa di 52 PLTU dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW). Untuk mendukung operasional pembangkit tersebut, dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun yang akan dipenuhi secara bertahap melalui penguatan rantai pasok biomassa nasional.
Selain biomassa padat, PLN EPI juga mengembangkan berbagai sumber bioenergi lain, seperti biochar, compressed biomethane gas (CBG), biohidrogen, serta pemanfaatan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit sebagai bagian dari diversifikasi energi primer.
Pengembangan bioenergi juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029 yang menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 12,22 gigawatt (GW). Program tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1.682 triliun dan berpotensi menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....