Kementerian Ekraf-BPS Perkuat Basis Data agar Kebijakan Ekraf Lebih Tepat Sasaran
- 30 Jun 2026 17:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat basis data ekonomi kreatif, sebagai landasan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dalam upaya tersebut, mereka mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Sektor Ekonomi Kreatif.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa data merupakan infrastruktur strategis bagi pembangunan nasional.
"Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 merupakan investasi besar bagi kemajuan bangsa. Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat, membuka ruang-ruang baru bagi percepatan ekonomi kreatif serta menjadi bekal menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera," ujar Muhaimin, dalam Sosialisasi SE 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, pada Senin 29 Juni 2026.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa SE 2026 menjadi momentum penting untuk memetakan potensi ekonomi kreatif Indonesia secara utuh.
"Dengan data yang semakin jelas, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pegiat usaha dapat berkolaborasi lebih efektif menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.
Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025 yang disampaikan BPS, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif terus meningkat hingga mencapai Rp1.757,87 pada 2025, dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.
"Data inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan sekaligus menjadi referensi bagi asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” ucap Menteri Ekraf.
Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa statistik ekonomi kreatif akan terus diperbarui. Menurutnya, partisipasi aktif pegiat ekraf menjadi faktor utama dalam menghasilkan data yang berkualitas dan mampu merepresentasikan kondisi perekonomian nasional secara utuh.
"Kami mengajak seluruh pegiat usaha memberikan informasi yang benar. Tidak perlu khawatir, kerahasiaan data dijamin sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Kepala BPS Amalia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....