Kemenpar RI Komitmen Perkuat Kehadiran Produk Halal di Destinasi Wisata

  • 28 Jun 2026 09:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI berkomitmen untuk memperkuat kehadiran produk halal di destinasi wisata. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas wisata ramah Muslim di Indonesia.

“Kami sudah berbicara baik dengan (pelaku usaha) di desa wisata, supaya betul-betul menyiapkan produk-produk yang halal ya seperti sertifikasi halal),” ujar Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar RI, Vinsensius Jemandu, dilansir dari Antara, pada Minggu 28 Juni 2026.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan dalam menghadirkan wisata Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang berkualitas dan ramah Muslim. Berdasarkan portofolio pariwisata, Ia menyebut bahwa wisatawan asing yang datang ke Indonesia gemar mencari pengalaman berbasis budaya sebesar 60 persen, alam 30 persen dan sisanya produk man-made.

Ia menyampaikan, pemerintah berupaya menghadirkan produk-produk halal yang berkaitan dengan alam dan budaya. Salah satunya dengan menghadirkan pengalaman menarik melalui wisata bahari, diving, hingga surfing.

Pemerintah juga terus memantau produk halal di sarana dan prasarana di destinasi wisata. Hal ini terus diperluas, terutama di 13 destinasi yang sedang dikembangkan oleh Kemenpar RI, sebagai destinasi ramah Muslim. Beberapa di antaranya yaitu Sumatera Barat, Jakarta, Bandung, dan Banten.

"Kemudian juga ada sarana dan prasarana di destinasi. Yang boleh kita sebut kalau dalam kepariwisataan itu sebut extended service," katanya.

Sementara itu, terkait produk berbentuk makanan, minuman hingga barang yang disediakan di sektor akomodasi atau jasa, Vinsensius menyebut bahwa Kemenpar RI terus berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk persoalan sertifikasi halal.

“Kita sedang bicarakan oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan BPJPH dan baru-baru ini kita ada 1.500 kalau enggak salah di Sumatera Utara yang sudah kerja sama dengan kita untuk desa wisata maupun juga sumber daya manusia,” ucap Vinsensius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....