Dorong Kedaulatan Ekonomi, PMPP TNI Latih 500 Perwira dan Pengusaha
- 11 Jun 2026 01:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menggandeng SyaREA World menggelar pelatihan Cara Cerdas Kelola Uang (CCKU) yang diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan TNI, aparat pemerintah, aparat keamanan, dan pengusaha. Melalui kegiatan tersebut, PMPP TNI ingin mendorong penguatan kedaulatan ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya bela negara di era modern.
Pelatihan yang berlangsung di Bogor tersebut mengusung tema “Bela Negara Melalui Kedaulatan Ekonomi”. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai institusi, antara lain PMPP TNI, BAIS TNI, Mabes TNI, Pusdikzi, Lanud Atang Sanjaya, Kementerian Pertahanan, Universitas Pertahanan, BNPT, BNPP, serta unsur Forkopimda, TNI, dan Polri di wilayah Bogor.
Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan konsep bela negara saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek pertahanan fisik, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
“Di sisi ekonomi kita juga ingin merdeka. Kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang karena informasi dan pembelajaran yang kita dapatkan bisa mengubah langkah ke depan agar lebih berhati-hati sehingga anak cucu juga selamat di masa mendatang,” kata Iwan, melalui keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, keluarga yang tangguh secara ekonomi merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional. Sebaliknya, rendahnya literasi keuangan dan ketergantungan pada utang yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan kerentanan sosial dan ekonomi yang berdampak lebih luas.
Iwan juga menyoroti sejumlah ancaman nonmiliter yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari disinformasi, serangan siber, penyalahgunaan teknologi digital, hingga tantangan ekonomi dan sosial. Karena itu, diperlukan masyarakat yang tangguh, adaptif, dan memiliki kemampuan mengelola keuangan secara sehat.
“Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penyusunan rencana keuangan pribadi dan keluarga, pemetaan arus kas, strategi pelunasan utang, hingga perencanaan masa depan finansial tanpa ketergantungan pada pembiayaan berbasis utang,” ujarnya.
Fasilitator SyaREA World dr. Karmono Sutadi menegaskan bahwa persoalan keuangan sering kali bukan disebabkan kecilnya penghasilan, melainkan lemahnya pengelolaan keuangan.
“Urusan keuangan tidak ada hubungannya dengan besar kecilnya penghasilan. Problem keuangan banyak disebabkan oleh kesalahan pengelolaan uang,” ujarnya.
Menurut Karmono, kebiasaan berutang yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari tekanan ekonomi, gangguan hubungan sosial, hingga masalah psikologis. Karena itu, pengelolaan keuangan membutuhkan disiplin dan aturan yang jelas agar seseorang tidak terjebak dalam siklus utang berkepanjangan.
Dalam sesi pelatihan, peserta juga diperkenalkan pada tiga prinsip dasar pengelolaan keuangan untuk menghindari perilaku overspending. Prinsip tersebut meliputi survival atau mendahulukan kebutuhan yang benar-benar esensial, better life yaitu memastikan setiap pengeluaran meningkatkan kualitas hidup, serta getting more money yang menekankan pentingnya pengeluaran produktif untuk meningkatkan pendapatan.
Karmono juga mengingatkan bahwa berbagai krisis ekonomi di sejumlah negara menunjukkan pentingnya tata kelola keuangan yang sehat dan pengendalian utang. Menurutnya, edukasi keuangan merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam memperkuat ketahanan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....