Pengembangan Bio-CNG Limbah Kelapa Sawit Dukung Percepatan Transisi Energi
- 06 Jun 2026 13:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik, sekaligus mempercepat transisi energi nasional menuju sumber energi rendah karbon.
Target tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkirndalam kegiatan Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM di Medan, Sumatera Utara.
Menurut Hokkop, pengembangan Bio-CNG menjadi salah satu langkah strategis PLN EPI untuk mengoptimalkan limbah biomassa domestik menjadi sumber energi terbarukan yang dapat mendukung ketahanan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
“PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah. Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” kata Hokkop, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, Sumatera Utara dinilai menjadi salah satu wilayah paling potensial untuk pengembangan biometana karena merupakan sentra industri kelapa sawit nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di provinsi tersebut dengan 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku biometana.
Saat ini PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi Bio-CNG. Energi yang dihasilkan direncanakan untuk mendukung kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 megawatt dan menyumbang sekitar 30 persen pasokan listrik di sistem Sumatera bagian utara.
Hokkop mengatakan perusahaan juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pabrik kelapa sawit guna meningkatkan pemanfaatan limbah yang selama ini belum dimaksimalkan sebagai sumber energi bersih.
“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan Bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Selain mendukung pengurangan konsumsi energi fosil, pemanfaatan biometana juga dinilai mampu memberikan manfaat lingkungan. Gas metana yang berasal dari limbah cair sawit memiliki potensi pemanasan global yang lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida sehingga penangkapan dan pemanfaatannya sebagai sumber energi dapat membantu menekan emisi gas rumah kaca.
PLN EPI menilai pengembangan Bio-CNG sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan target pencapaian net zero emissions melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.
Melalui pengembangan Bio-CNG berbasis limbah sawit, PLN EPI berharap dapat membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri, dan ketenagalistrikan, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....