IRESS Dorong Penguatan Keandalan Sistem Kelistrikan Pascablackout
- 31 Mei 2026 16:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Peristiwa pemadaman listrik berskala besar atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra menjadi momentum penting untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional. Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai langkah evaluasi dan perbaikan berkelanjutan akan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan listrik bagi masyarakat.
Menurut Marwan, masyarakat tentu mengapresiasi adanya mekanisme kompensasi yang telah diatur dalam regulasi bagi pelanggan yang terdampak gangguan layanan. Namun, di sisi lain, masyarakat juga berharap sistem kelistrikan dapat semakin andal sehingga potensi gangguan serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat sebenarnya adalah kepastian bahwa layanan listrik semakin andal dan kejadian seperti ini dapat dicegah agar tidak terulang,” ujar Marwan, di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa ketentuan mengenai kompensasi pelanggan telah menjadi bagian dari upaya perlindungan konsumen dalam sektor ketenagalistrikan. Melalui mekanisme tersebut, pelanggan yang terdampak gangguan layanan berhak memperoleh kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku, baik dalam bentuk pengurangan tagihan maupun penambahan token listrik.
Meski demikian, Marwan menilai peningkatan keandalan sistem tetap menjadi prioritas utama. Pasalnya, listrik merupakan infrastruktur vital yang menopang aktivitas rumah tangga, dunia usaha, layanan publik, hingga sektor industri.
Karena itu, ia mendorong agar evaluasi pascablackout difokuskan pada penguatan infrastruktur kelistrikan, mulai dari jaringan transmisi, sistem proteksi, hingga mekanisme mitigasi risiko. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan sistem dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem dan gangguan teknis lainnya.
Marwan juga menilai upaya investigasi yang dilakukan perlu menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai penyebab gangguan dan langkah perbaikan yang ditempuh akan membantu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mempercepat proses penyempurnaan sistem.
“Setiap gangguan tentu menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. Yang terpenting adalah bagaimana hasil evaluasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan yang konkret,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa blackout berskala besar merupakan tantangan yang dihadapi banyak negara dan sistem kelistrikan modern. Oleh sebab itu, penguatan aspek pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap gangguan perlu terus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Dengan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan, Marwan optimistis kualitas layanan kelistrikan akan semakin baik. Ia berharap masyarakat dapat terus menikmati pasokan listrik yang stabil, aman, dan andal untuk mendukung aktivitas ekonomi serta pembangunan nasional.
“Pada akhirnya, harapan masyarakat adalah tersedianya layanan listrik yang semakin berkualitas, stabil, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” kata Marwan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....