Tips Taspen Hindari Aksi Penipuan

  • 29 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Seiring dengan perkembangan teknologi dan marak Modus Penipuan yang sering terjadi, PT Taspen (Persero) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap maraknya penipuan.

Modus Penipuan yang Sering Terjadi biasanya Penipu menghubungi korban melalui telepon, SMS, WhatsApp, atau media sosial dengan mengaku sebagai petugas. Setidaknya ada tiga aksi cara yang dilakukan untuk melakukan penipuan, pertama menginformasikan pencairan dana pensiun atau tunjangan khusus dan meminta data pribadi, nomor rekening, atau kode OTP. Kedua, menawarkan program investasi atau bonus yang diklaim resmi dari Taspen.

"Mengirimkan link palsu yang menyerupai situs resmi Taspen untuk menipu peserta memasukkan data pribadi," ujar Direktur Utama PT Taspen, Rony Hanityo Aprianto dalam keterangan resminya, Jum'at, 29 Mei 2026.

Menurutnya, seluruh komunikasi yang sah tidak Pernah meminta data pribadi atau mengkonfirmasi sebuah data melalui media komunikasi. Semua proses dan informasi resmi hanya dijalankan melalui kanal resmi perusahaan ataupun media sosial resmi Taspen.

Melalui tagline #TahanPastikanLaporkan, Taspen menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan tiga prinsip, yakni, tahan, pastikan dan laporkan sebagai langkah perlindungan diri.

"Tahan, untuk tidak langsung menanggapi pesan, telepon, atau tautan yang mengaku dari Taspen. Kedua pastikan dengan verifikasi informasi melalui situs resmi dan jangan memberikan data pribadi ke pihak yang tidak jelas. Yang terakhir adalah laporkan jika menemukan indikasi penipuan ke pihak berwenang atau melalui kontak resmi Taspen," katanya.

Rony menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi peserta melalui pihak ketiga dan semua informasi resmi selalu disampaikan melalui situs dan media sosial resmi perusahaan.

"Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci agar tidak menjadi korban penipuan,” ucapnya.

Selain bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk menindak pelaku penipuan, Rony menyampaikan perusahaan turut aktif memberikan edukasi kepada peserta melalui media sosial, website resmi, dan layanan customer service agar masyarakat lebih waspada terhadap praktik penipuan. Menurutnya, kesadaran dan ketelitian masyarakat merupakan langkah utama untuk melindungi data dan hak peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....