Brantas Abipraya Nilai Harkitnas Jadi Investasi SDM menuju Indonesia Emas
- 23 Mei 2026 21:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dimaknai PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
Santoso menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pembangunan serta memastikan proyek berjalan sesuai target yang ditetapkan. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang kompetitif dan mampu membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai memiliki keterkaitan erat dengan program Sekolah Rakyat (SR) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam ASTA CITA yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perluasan akses pendidikan yang lebih merata.
Komisaris Independen PT Brantas Abipraya (Persero) Santoso mengatakan salah satu langkah strategis yang dinilai sejalan dengan semangat tersebut ialah pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Santoso berharap program tersebut dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat tidak semata dipandang sebagai proyek pembangunan sarana pendidikan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik gedung pendidikan, tetapi investasi besar negara untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Kebangkitan bangsa hanya dapat terwujud apabila generasi mudanya memperoleh akses pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata,” ujar Santoso, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Santoso, penguatan kualitas SDM juga akan berpengaruh terhadap peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia yang dirilis United Nations Development Programme (UNDP). Peningkatan indeks tersebut pada akhirnya akan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk tumbuh menjadi negara maju. Potensi tersebut didukung bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, posisi ekonomi Indonesia sebagai anggota G20, serta peran strategis Indonesia dalam dinamika global.
“Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju dengan dukungan bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, kekuatan ekonomi sebagai anggota G20, serta posisi strategis Indonesia dalam politik global. Sehingga pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain berpengaruh terhadap sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga diperkirakan mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Kehadiran proyek pembangunan sekolah dipandang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lokal melalui kebutuhan material konstruksi, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong aktivitas ekonomi setelah sekolah beroperasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....