Masyarakat Diajak Kelola E-Waste Melalui Gadget for Good

  • 23 Apr 2026 09:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Earth Day bukan sekadar momentum tahunan untuk berbicara tentang lingkungan, melainkan penegasan atas komitmen yang dijalankan setiap hari. Sejalan dengan tema global Earth Day 2026 “Our Power, Our Planet,” maka Blibli memaknai keberlanjutan sebagai bagian dari cara perusahaan beroperasi, sekaligus mengajak masyarakat melihat bahwa langkah kecil setelah konsumsi juga dapat memberi dampak nyata bagi Bumi.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, seperti E-Waste Collection Program dan Take Back Packaging. Adapun inisiatif tersebut menjadi upaya bersama dalam membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan, salah satu tantangan terbesar adalah memastikan material pascakonsumsi dapat dikelola secara bertanggung jawab. Berdasarkan laporan Global E-waste Monitor, secara global, volume limbah elektronik (e-waste) telah mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diproyeksikan meningkat menjadi 82 juta ton pada 2030. Namun berdasarkan World Health Organization, hanya 22,3 persen yang berhasil didaur ulang secara formal.

Sementara itu, data Global E-waste Monitor 2024 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 2 juta ton sampah elektronik per tahun. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar di Asia Tenggara. Pulau Jawa sendiri menyumbang lebih dari separuh total volume tersebut.

Kesenjangan antara volume dan pengelolaan juga masih signifikan. Di DKI Jakarta, misalnya, dari total e-waste yang dihasilkan, hanya sekitar 165 ton yang berhasil dikelola sepanjang periode 2019 hingga Mei 2024.

Menjawab hal tersebut, Blibli secara konsisten menghadirkan program e-waste collection Gadget for Good, dengan menyediakan dropbox pengumpulan limbah elektronik yang dapat diakses sepanjang tahun di lima Blibli Store, yaitu Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul, yang dapat diakses masyarakat sepanjang tahun.

Seiring berjalannya program, partisipasi masyarakat juga menunjukkan tren positif. Rata-rata volume e-waste yang terkumpul meningkat sebesar 54 persen, dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal pertama 2026, dengan 3 produk yang paling banyak dikumpulkan, yaitu charger handphone, mouse, dan powerbank. Hal ini mencerminkan semakin tumbuhnya kesadaran untuk mengelola perangkat pascapakai secara lebih bertanggung jawab.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan program ini secara bertahap, baik melalui penambahan titik layanan maupun kolaborasi dengan berbagai mitra, karena kami meyakini bahwa ekosistem sirkular hanya dapat terbangun melalui konsistensi dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan,” ujar Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan.

Blibli mulai memperluas jangkauan e-waste collection melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya di dalam Blibli Store, tetapi juga di ruang publik. Melalui program Gadget for Good, Blibli menghadirkan e-waste collection pointyang berlangsung pada 14 April-3 Mei 2026 di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City.

Melalui program ini, pelanggan dapat menyerahkan minimal empat perangkat elektronik kecil, mulai dari charger, earphone, powerbank, hingga game console.

Sejak 2020, Blibli telah menjalankan Take Back Program Packaging, sebuah inisiatif yang memungkinkan pelanggan mengembalikan kemasan bekas untuk dikelola kembali. Setiap 150 kemasan bekas yang dikembalikan dikonversi menjadi 1 bibit pohon dan pelanggan berkesempatan untuk mendapatkan 100 Blibli Tiket Poins setiap 1 kemasan bekas. Program ini diperkuat dengan fitur Misi Tanam Pohon, opsi layanan Green Delivery serta implementasi Green Building di fasilitas warehouse Blibli, sebagai upaya mengurangi jejak karbon di seluruh rantai operasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....