MPMX Dukung Pelestarian Laut melalui Program Transplantasi Terumbu Karang
- 21 Apr 2026 17:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mendukung pelestarian laut sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Nusa Tenggara Timur. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir yang berkelanjutan.
Terumbu karang dikenal memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut. Selain menjadi habitat biota laut, ekosistem tersebut juga berperan melindungi garis pantai dari abrasi serta menopang sektor perikanan dan pariwisata bahari yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai inisiatif jangka panjang yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial ekonomi.
“Kami berupaya menjaga ekosistem laut sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini diharapkan memberikan dampak yang terukur dalam jangka panjang,” ujar Natalia dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan pelestarian lingkungan yang sebelumnya telah dilakukan di wilayah NTT, termasuk penanaman mangrove yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kepiting bakau dan pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo. Berdasarkan hasil kajian, Pulau Messah menjadi salah satu lokasi prioritas karena mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup signifikan serta memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga konservasi.
“Kegiatan diawali dengan pertemuan bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Selanjutnya, dilakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya nelayan, mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut serta penerapan praktik pemanfaatan sumber daya yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Natalia, selain edukasi masyarakat juga mendapatkan pelatihan pembuatan media coral nursery yang melibatkan kelompok sadar wisata. Pelatihan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan wisata berbasis konservasi, termasuk aktivitas penanaman karang bagi wisatawan.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Putih Mustaming mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga lingkungan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal.
Pada tahap awal, program menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit media transplantasi. Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas dalam pengelolaan dan pelestarian ekosistem pesisir.
“Upaya ini diharapkan dapat memperkuat keseimbangan antara pelestarian lingkungan laut dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir Labuan Bajo,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....