Pasokan Pupuk Aman di Tengah Gejolak Timteng, DPR Beri Apresiasi
- 20 Apr 2026 20:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Sejumlah Anggota Komisi IV DPR RI mengapresiasi pemerintah dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang berhasil memastikan pasokan pupuk domestik tetap aman di tengah krisis geopolitik Timur Tengah.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Herry Dermawan, menilai kondisi pasokan pupuk nasional relatif kuat, salah satunya didukung oleh ketahanan bahan baku. Berkat hal tersebut, di tengah terganggunya pasokan pupuk global, Indonesia justru mampu mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan sebesar 20% pada 2025.
“Untuk PT Pupuk, terima kasih. Luar biasa berani menurunkan harga pupuk 20% dan tadi juga sudah dinyatakan walaupun ada perang Israel-Amerika lawan Iran, insya Allah pupuk kita aman karena bahan baku kita sudah tersedia,” ujar Herry dalam Raker dan RDP Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian, Kepala Bapanas, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Dirut Bulog, PT Pupuk Indonesia dan PT RNI dikutip pada Kamis, 16 April 2026.
Senada, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Gerindra, TA Khalid menyampaikan Indonesia patut bersyukur karena penutupan Selat Hormuz tidak sampai berdampak negatif pada pasokan pupuk nasional.
“Kita bangga bahwa problem konflik Timur Tengah tidak berefek pada kita. Padahal kita tahu, (penutupan) Selat Hormuz itu akan mengganggu pasokan pupuk dunia,” kata Khalid.
Ia menambahkan, ketahanan pasokan ini tidak terlepas dari fondasi industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama. Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam mengembangkan industri pupuk dari hulu hingga hilir menjadi kunci stabilitas pasokan saat ini.
“Pemerintah sejak Pak Presiden Suharto sampai hari ini masih fokus bagaimana membangun industri pupuk,” ucapnya.
Sebelumnya, dinamika konflik di kawasan Timur Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pupuk dunia. Namun, kondisi ini tidak berdampak signifikan bagi Indonesia karena kuatnya kapasitas produksi dalam negeri dan ketahanan rantai pasok bahan baku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....