Kaltim Sabet Penghargaan Nasional Berkat Program Internet Desa Gratis
- 19 Apr 2026 18:53 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Komitmen Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperluas akses internet hingga pelosok desa kembali membuahkan hasil. Melalui program unggulan Gratispol Internet Desa, pemerintah daerah tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh detik.com di The Sultan Hotel Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang memberikan langsung penghargaan kepada perwakilan daerah.
Pemerintah Provinsi Kaltim diwakili oleh Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Ishak, yang menerima penghargaan atas keberhasilan mendorong pemerataan infrastruktur digital hingga ke wilayah terpencil.
Dalam sambutannya, Meutya Hafid menegaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk apresiasi bagi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam memperluas akses dan literasi digital di Indonesia. “Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang telah mewujudkan perubahan nyata dalam memperkuat konektivitas digital nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat. Ia mengingatkan agar akses internet yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara produktif.
“Terus perkuat literasi digital agar program internet desa berdampak positif bagi masyarakat,” kata Rudy melalui keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa upaya pemerataan akses digital melalui program Gratispol tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengurangi kesenjangan informasi antara desa dan kota di Kalimantan Timur.
“Capaian tersebut tidak terlepas dari implementasi program Gratispol, khususnya Internet Desa Gratis yang resmi diluncurkan pada 21 April 2025. Program tersebut menjadi tulang punggung dalam upaya pemerataan akses digital di wilayah Kaltim,” ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 803 desa dari total 841 desa di Kalimantan Timur telah terjangkau layanan internet melalui program tersebut. Angka tersebut menunjukkan progres signifikan dalam mempersempit kesenjangan akses informasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pemprov Kaltim pun menargetkan seluruh desa yang tersisa, sebanyak 38 desa, dapat segera terhubung dengan jaringan internet pada 2026. Selain itu, keberlanjutan program juga telah dirancang hingga 2029 guna memastikan manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan sekaligus mendorong pemanfaatannya untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....