Urai Kemacetan Jakut, PTPP Kebut Pembangunan Tol Laut

  • 19 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Proyek Strategis Nasional (PSN) New Priok Eastern Access (NPEA) terus menunjukkan progres positif. Proyek yang diprakarsai oleh Pelindo ini bertujuan untuk mengurai kemacetan parah di wilayah Jakarta Utara sekaligus meningkatkan kapasitas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.

New Priok Eastern Access (NPEA) Ikhsan Budi Prasetyo, PT PP, Project Manager NPEA sesi 2, selaku salah satu kontraktor pelaksana, menjelaskan bahwa bagian pekerjaan yang ditangani PTPP mencakup jalan tol layang (elevated) sepanjang 3,8 kilometer.

"Dari total 3,8 kilometer tersebut, sekitar 3 kilometer dibangun di atas laut dan 800 meter di darat. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan akses pelabuhan langsung ke jaringan tol JORR (Jakarta Outer Ring Road)," jelas Ihsan dalam keterangannya kepada RRI Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Menjawab kekhawatiran masyarakat pesisir, Ihsan menegaskan bahwa perencanaan proyek telah mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran aktivitas nelayan tradisional. PTPP telah menyiapkan dua akses utama yang cukup luas di bawah konstruksi jalan tol.

"Kami menyiapkan dua akses besar dengan lebar bentang mencapai 60 meter dan ketinggian 18 meter dari permukaan laut. Ini dirancang agar kapal nelayan, bagan apung, hingga kapal tunda (tugboat) tetap bisa keluar masuk dengan aman tanpa terganggu konstruksi," tambahnya.

Selain akses utama, jarak antar pilar lainnya juga diatur sedemikian rupa untuk memudahkan navigasi perahu kecil. Selama masa konstruksi, PTPP juga memasang lampu penerangan untuk navigasi malam hari serta pelampung pembatas (buoy) agar nelayan tidak memasuki area kerja yang berisiko.

PTPP mengklaim telah melakukan sosialisasi intensif sejak Agustus 2023 kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk koperasi nelayan di Cilincing, Kalibaru, dan Marunda, serta pengurus RT/RW setempat. Pertemuan rutin dilakukan setiap satu hingga dua bulan sekali untuk menampung aspirasi warga.

Dalam pelaksanaannya, PTPP juga melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar proyek. "Kami memberdayakan warga lokal sebagai tenaga keamanan, flagman pengatur lalu lintas, hingga melibatkan mereka dalam pembuatan bronjong untuk keperluan konstruksi," kata Ihsan.

Terkait aspek lingkungan, PTPP memastikan proyek ini telah mengantongi izin Amdal yang diterbitkan sejak tahun 2023. Meskipun sempat terkendala cuaca ekstrem akibat musim angin muson barat pada awal tahun, proyek yang dimulai pada akhir 2022 ini tetap berjalan sesuai target.

"Pekerjaan pemancangan di sisi laut sudah dimulai sejak akhir tahun lalu. Kami optimis seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan pada tahun 2025 mendatang, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat dan industri logistik nasional," pungkasnya.

Dengan rampungnya proyek NPEA, diharapkan distribusi barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lebih efisien tanpa menambah beban kemacetan di jalan raya Jakarta Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....