Kompor Listrik Jadi Alternatif Hadapi Lonjakan Harga Energi

  • 26 Mar 2026 20:13 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah lonjakan harga energi global yang terus berfluktuasi, solusi penghematan kini justru muncul dari dapur rumah tangga. Penggunaan kompor listrik atau induksi mulai dilirik sebagai alternatif yang tidak hanya praktis, tetapi juga terbukti lebih hemat dalam jangka panjang.

Pengguna kompor induksi Andi Arif mengungkapkan bahwa peralihan dari LPG ke listrik tidak berdampak signifikan pada pengeluaran. Ia mencatat kenaikan tagihan listrik hanya sekitar Rp30.000 per bulan.

“Kalau dibandingkan dengan biaya isi ulang gas yang harganya sering naik, tambahan listrik itu masih jauh lebih ringan,” ujar Andi, di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut Andi, efisiensi ini tidak hanya berasal dari biaya operasional, tetapi juga dari sisi investasi awal. Dengan menggunakan kompor listrik, pengguna tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas maupun risiko fluktuasi harga LPG yang sulit diprediksi.

Pengalaman serupa dirasakan pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah. Ia mengaku penggunaan kompor listrik telah meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang keuntungan yang lebih besar.

“Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran energi jadi lebih stabil dan murah. Sisa uangnya bisa buat tambahan bahan baku, jadi keuntungan juga meningkat,” kata Siti.

Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa proses memasak menjadi lebih cepat dan bersih, sehingga produktivitas usaha meningkat. Dengan waktu memasak yang lebih efisien, Siti kini mampu menerima lebih banyak pesanan setiap harinya.

Sementara itu, ibu rumah tangga Hevy Prasmawati menyoroti keunggulan dari sisi teknologi. Ia menyebut panas kompor listrik lebih stabil dan merata, sehingga hasil masakan menjadi lebih presisi.

Selain itu, fitur pintar seperti mode otomatis untuk berbagai metode memasak dinilai memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan keamanan di dapur. “Lebih aman, apalagi kalau ada anak di rumah. Kita juga tidak khawatir kebocoran gas,” ujarnya.

Hevy juga menekankan pentingnya penggunaan alat masak berbahan komposit yang kompatibel dengan induksi. Menurutnya, meski daya kompor mencapai sekitar 1.300 watt, penggunaan peralatan yang tepat justru mempercepat proses memasak sehingga konsumsi listrik tetap efisien.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa peralihan ke kompor listrik bukan lagi sekadar tren gaya hidup modern. Di tengah tantangan energi global, langkah ini mulai dipandang sebagai strategi nyata untuk menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan efisiensi usaha kecil.

Dengan kombinasi efisiensi biaya, kemudahan teknologi, dan keamanan yang lebih baik, kompor listrik kini kian mengukuhkan posisinya sebagai solusi praktis bagi masyarakat menghadapi ketidakpastian harga energi dunia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....