Musim Kemarau Datang April, BMKG Berikan Rekomendasi Antisipasi

  • 04 Mar 2026 17:22 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta masyarakat untuk menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Antisipasi diperlukan karena musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan sektor pangan perlu menyesuaikan strategi produksi untuk mengurangi risiko kekeringan selama musim kemarau. Penyesuaian dilakukan melalui pengaturan jadwal tanam serta pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

"Untuk sektor pangan agar dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan terhadap kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek,” kata Ardhasena, dikutip dari tayangan konferensi pers InfoBMKG, pada Rabu, 4 Maret 2026.

BMKG juga mendorong penguatan pengelolaan sumber daya air untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Upaya tersebut antara lain melalui revitalisasi waduk, perbaikan jaringan distribusi air, serta pengelolaan cadangan air secara lebih optimal.

Selain itu, sektor energi juga diimbau untuk memastikan ketersediaan air di bendungan yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Langkah ini penting agar operasional pembangkit tetap stabil selama periode kemarau.

BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat pada periode kemarau. Pemerintah daerah diminta menyiapkan mekanisme respons cepat untuk mengantisipasi dampak lingkungan, termasuk potensi penurunan kualitas udara.

“Untuk sektor kehutanan dan kebencanaan, kita perlu kesiapsiagaan terhadapn potensi kekeringan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang akan datang,” ujar Ardhasena.

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan mulai terjadi secara bertahap sejak April di sejumlah wilayah Indonesia, diawali dari wilayah Nusa Tenggara. Musim kemarau kemudian diperkirakan meluas ke berbagai wilayah lain hingga Juni.

Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Kondisi musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dari biasanya, dengan sebagian besar wilayah mengalami curah hujan di bawah normal. “BMKG menghimbau agar informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat dijadikan sebagai bentuk peringatan dini atau early warning dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk aksi dini atau early action,” kata Ardhasena.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....