Waspada Dampak Ruang Digital Bagi Anak Usia Dini

  • 28 Feb 2026 21:50 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital menyoroti tren masuknya anak ke ruang digital pada usia dini. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital, Mediodecci Lustarini, mengatakan bahwa setiap setengah detik terdapat satu anak di dunia yang terhubung ke internet. Kondisi ini meningkatkan potensi paparan terhadap berbagai risiko di ruang digital.

“Trennya anak-anak semakin dini masuk ke ruang digital. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi secara global,” ujar Mediodecci, dikutip dari Antara, pada Jumat 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan, anak-anak memiliki perkembangan yang berbeda dengan orang dewasa. Pada usia dini, anak masih mengembangkan kemampuan kognitif dan emosional. Mereka juga belum mampu untuk memilah informasi yang kompleks.

Menurutnya, paparan konten digital yang berlebihan, dapat memicu lonjakan dopamin di otak anak. Sementara kemampuan anak untuk mengatur dorongan dan menentukan batas penggunaan belum terbentuk secara matang.

“Anak belum punya kemampuan mengatur kapan harus berhenti. Itu yang membuat mereka rentan,” katanya.

Selain itu, Mediodecci juga menyinggung berbagai kajian global yang mengaitkan intensitas penggunaan gawai dengan meningkatnya kecemasan pada generasi muda. Salah satu yang banyak dibahas adalah fenomena “anxious generation”. Menurutnya, risiko tersebut mencakup paparan konten tidak sesuai usia, gangguan perkembangan emosi, hingga ketergantungan pada perangkat digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....