Gerindra Sebut MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

  • 27 Feb 2026 19:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Fraksi Partai Gerindra menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan, melainkan merupakan bagian dari kebijakan pendidikan yang telah dibahas dan disetujui bersama di DPR.

Wakil Sekretaris Fraksi Gerindra sekaligus Waketum Tidar Kawendra Lukistian menyampaikan bahwa tudingan seolah MBG mengurangi anggaran pendidikan tidak tepat. Menurutnya, kebijakan tersebut justru mengalihkan belanja yang dinilai tidak efisien ke program yang berdampak langsung bagi siswa.

“Yang dilakukan adalah efisiensi pada pos seperti perjalanan dinas, rapat, alat tulis kantor, dan kegiatan seremonial. Anggaran itu kemudian dialihkan untuk kepentingan siswa melalui program MBG,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia memaparkan, anggaran pendidikan tahun 2026 justru mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah naik dari Rp33,54 triliun menjadi Rp56,68 triliun.

Anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meningkat dari Rp57,68 triliun menjadi Rp61,87 triliun. Sementara itu, anggaran Kementerian Agama bertambah dari Rp65,92 triliun menjadi Rp75,62 triliun, dan anggaran Kementerian Kebudayaan juga mengalami kenaikan.

Menurut Kawendra, kebijakan efisiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada pengurangan belanja birokrasi yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Dana yang dihemat kemudian diarahkan untuk program prioritas, termasuk MBG.

Ia menegaskan bahwa proses penganggaran dilakukan melalui mekanisme formal di DPR. Seluruh fraksi, termasuk partai-partai yang kini mengkritik, turut terlibat dalam pembahasan dan persetujuan anggaran tersebut.

“Prosesnya dibahas bersama di DPR sebelum disahkan. Jadi bukan keputusan sepihak,” katanya.

Lebih lanjut, Kawendra menyebut anggaran pendidikan Indonesia saat ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah. Selain MBG, pemerintah juga menyiapkan program revitalisasi sekolah secara nasional yang ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu sekolah dalam lima tahun ke depan.

Ia menilai MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut dirancang agar anggaran negara benar-benar dirasakan langsung oleh siswa dalam bentuk dukungan gizi yang menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar.

Dengan demikian, menurut Gerindra, MBG tidak mengurangi porsi pendidikan, melainkan memperluas manfaat anggaran pendidikan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peserta didik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....