Eric Hermawan: Listrik-Telekomunikasi Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Pascabanjir
- 23 Feb 2026 11:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan menyoroti perlunya percepatan pemulihan infrastruktur telekomunikasi dan listrik pascabanjir di sejumlah daerah. Ia menyampaikan hal itu usai mengikuti kunjungan kerja reses Komisi XI DPR ke Padang, Sumatera Barat, pada Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Eric, kerusakan pada jaringan listrik dan komunikasi berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi. Ia menilai kedua sektor tersebut merupakan penopang utama keberlangsungan transaksi dan layanan publik.
Eric menyampaikan keprihatinannya atas dampak bencana yang dirasakan masyarakat, pemerintah, hingga pelaku usaha. Ia memandang pemulihan listrik dan telekomunikasi harus menjadi langkah prioritas dalam masa tanggap dan pemulihan.
“Jadi bencana banjir ini kan merugikan semua rakyat, pemerintah dan sebagainya dan memang harus prihatin. Saya melihat bahwa kelumpuhan utama adalah listrik dan telekomunikasi,” kata Eric sebagaimana dikutip dari Parlementaria, pada Senin, 23 Februari 2026.
Ia menegaskan, jaringan komunikasi yang pulih akan mempercepat bangkitnya aktivitas ekonomi warga. Tanpa dukungan konektivitas yang memadai, berbagai transaksi digital tidak dapat berjalan optimal.
“Pemerintah harus memperhatikan juga pada komunikasi. Komunikasi ini perlu dibangkitkan kembali sehingga ekonomi rakyat juga tumbuh kembali,” ujar Eric, yang seorang politisi Fraksi Partai Golkar.
Eric juga mendorong pemerintah bersama otoritas keuangan, termasuk Bank Indonesia, untuk memberi dukungan konkret bagi pemulihan sektor telekomunikasi. Ia menilai insentif dari sektor keuangan dapat mempercepat perbaikan jaringan yang terdampak.
Ia mencontohkan ketergantungan sistem pembayaran digital pada jaringan telekomunikasi. Layanan seperti QRIS dan BI-FAST, menurutnya, membutuhkan sinyal dan jaringan berkecepatan tinggi agar dapat berfungsi maksimal.
“Karena tanpa perusahaan telekomunikasi, QRIS kemudian BI-Fast ataupun payment-payment lain tidak akan terjadi. Sulit, karena butuh sinyal, butuh 4G dan 5G,” kata Eric.
Eric mengusulkan agar sebagian pendapatan dari sistem pembayaran digital dapat dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah terpencil. Ia menilai ketimpangan akses jaringan masih menjadi persoalan di sejumlah daerah.
“Kalau di daerah terpencil kayak di Maluku, di Kupang, kan susah kita transaksi pakai QRIS. Kenapa? Jaringannya tidak ada, 2G ada tapi 5G tidak ada,” ujar Eric.
Ia menambahkan, meski isu telekomunikasi bukan lingkup utama Komisi XI, pihaknya tetap memberikan masukan kepada pemerintah. Menurutnya, penguatan infrastruktur digital menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....