UNJ Dorong Aljabar Inklusif lewat Pelatihan Math Braille
- 02 Feb 2026 19:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat komitmennya terhadap pendidikan inklusif melalui Pelatihan Math Braille Translator untuk materi aljabar yang digelar di Sekolah Khusus Islam Terpadu Yarfin, Jakarta.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Community Development yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan fokus pada pemerataan akses pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Dalam pelatihan tersebut, Ari Hendarno tampil sebagai narasumber utama. Ia didampingi dosen mitra dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Anton Satria Prabuwono, serta Indah Lutfiah dari Yayasan Mitra Netra. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer dan Pendidikan Matematika UNJ sebagai pendamping belajar siswa tunanetra.
“Kami ingin memastikan siswa tunanetra memiliki akses yang setara terhadap materi matematika. Dengan Math Braille Translator, simbol dan persamaan bisa dipelajari secara bertahap, sehingga aljabar tidak lagi terasa menakutkan,” ujar Ari dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Februari 2026.
Melalui pendekatan komunikatif dan aplikatif, peserta diperkenalkan pada konsep-konsep aljabar menggunakan media Braille yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pembelajar tunanetra. Materi disampaikan mulai dari pengenalan simbol matematika, penulisan persamaan, hingga latihan penyelesaian soal.
Selama sesi berlangsung, siswa tidak hanya menerima paparan teori, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung. Metode ini membantu siswa memahami pola dan logika aljabar secara lebih runtut, sehingga proses belajar terasa lebih efektif.
Salah satu peserta mengungkapkan pengalaman barunya mengikuti pelatihan tersebut. “Belajar matematika dengan Braille seperti ini membuat saya lebih paham. Saya jadi tidak takut lagi dengan pelajaran aljabar,” katanya.
Kegiatan tersebut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Melalui pelatihan ini, siswa dengan kebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Dalam pelaksanaannya, UNJ bersama LPDP menyediakan dukungan berupa sumber daya, pendampingan intensif, serta pengembangan metode pembelajaran yang ramah disabilitas sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan inklusif.
“Kami berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah khusus dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif, sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pemerataan akses pendidikan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....