Besok Puasa Arafah, Jangan Lupa Niatnya

  • 04 Jun 2025 10:54 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah atau puasa Idul Adha pada Kamis, 5 Juni 2025 atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1446 Hijriah. Puasa ini merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Dalam program siaran radio Kajian Subuh Mutiara Pagi di 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta, Ustaz Moch. Taufiqurrahman menjelaskan bahwa puasa Arafah bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. “Puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momen refleksi, peningkatan iman, dan ketaatan kepada Allah,” ujar Ustaz Taufiqurrahman.

Ustaz Taufiqurrahman menyebut, puasa Arafah dapat menjadi media muhasabah spiritual menjelang Idul Adha. “Jika dijalani dengan niat yang ikhlas dan kualitas yang baik, puasa Arafah menjadi jalan menuju pengampunan,” ucapnya.

Berdasarkan penetapan 1 Dzulhijjah 1446 H oleh Kementerian Agama RI yang jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, maka puasa Tarwiyah dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025 dan puasa Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025. Idul Adha akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.

Menurut laman NU Online, keutamaan puasa Arafah tercantum dalam hadis sahih riwayat Muslim: “Puasa hari Arafah menghapus dosa dua tahun; setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Selain itu, puasa Tarwiyah sehari sebelumnya juga diyakini menghapus dosa setahun penuh.

Bagi yang ingin menjalankan puasa Arafah, berikut lafal niatnya pada malam hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Swt.”

Jika lupa berniat di malam hari, niat masih dapat dilakukan di siang hari sebelum tergelincir matahari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ

NU Online juga menjelaskan bahwa umat yang masih memiliki utang puasa Ramadhan boleh menggabungkan niat qadha dengan puasa Arafah. "Qadha puasa Ramadhannya tetap sah. Sedangkan ia tetap mendapatkan keutamaan puasa Arafah," kata Ustaz Alhafiz Kurniawan dari LBM PBNU.

Meski demikian, Ustaz Alhafiz menyarankan agar qadha dilakukan terlebih dahulu. Jika terpaksa dilakukan bersamaan, tetap dianjurkan untuk menjaga niat dan tidak mengurangi kekhusyukan beribadah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....