Dari Louis Armstrong hingga Tony Bennett, Ini Kuliner Favorit Musisi Jazz

  • 26 Jul 2026 17:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Musik jazz tidak hanya bercerita melalui harmoni, improvisasi, dan permainan instrumen yang memikat. Di balik karya-karya para legenda jazz, tersimpan kisah sederhana yang justru memperlihatkan sisi paling manusiawi mereka, salah satunya melalui makanan favorit. Tema inilah yang diangkat dalam program Jazzy Vibes bersama penyiar Lia Kusumawardani, yang mengudara pada Sabtu 25 Juli 2026, pukul 21.00–24.00 WIB melalui RRI Jazz Channel, direlay RRI Pro 1 Jakarta, dan dapat didengarkan melalui aplikasi RRI Digital.

Selama tiga jam siaran, pendengar diajak melihat bagaimana kuliner menjadi bagian dari perjalanan hidup sejumlah musisi jazz dunia. Bukan sekadar hidangan favorit, tetapi juga simbol kenangan, identitas budaya, hingga sumber inspirasi yang membentuk karakter mereka sebagai seniman.

Salah satu kisah menarik datang dari Louis Armstrong yang dikenal sangat mencintai hidangan khas New Orleans, red beans and rice. Kecintaannya begitu besar hingga ia kerap menutup surat-surat pribadinya dengan kalimat "Red Beans and Ricely Yours". Hidangan sederhana tersebut menjadi pengingat akan kampung halaman, keluarga, dan akar budayanya, meski ia telah berkeliling dunia sebagai musisi jazz legendaris.

Program ini juga mengulas sisi lain Miles Davis, yang ternyata memiliki ketertarikan serius pada dunia memasak. Dalam autobiografinya, Davis mengisahkan bagaimana ia belajar memasak secara otodidak melalui buku dan latihan yang berulang, sebuah proses yang menurutnya tidak jauh berbeda dengan mempelajari musik jazz. Baginya, memasak dan bermusik sama-sama membutuhkan pemahaman dasar, latihan, kepekaan, serta keberanian untuk berimprovisasi.

Melalui narasi yang hangat, Lia Kusumawardani mengajak pendengar melihat hubungan erat antara musik dan makanan. Keduanya sama-sama mampu membangkitkan memori, menghadirkan nostalgia, dan menyimpan cerita tentang keluarga maupun perjalanan hidup seseorang. Sebagaimana sebuah lagu dapat membawa seseorang kembali ke masa lalu, aroma masakan pun mampu menghadirkan kenangan yang telah lama tersimpan.

Sisi menarik lainnya muncul dari kisah Duke Ellington, yang dikenal memiliki kegemaran menikmati lamb chops saat menjalani tur. Di tengah jadwal konser yang padat, makanan favorit menjadi bentuk kenyamanan yang selalu ia cari di berbagai kota. Cerita ini menunjukkan bahwa di balik kemegahan panggung jazz, para musisi tetap memiliki kebutuhan akan rasa akrab yang mengingatkan mereka pada rumah.

Tak hanya membahas kebiasaan makan para musisi, Jazzy Vibes juga menyoroti bagaimana dunia kuliner hadir dalam karya-karya jazz. Judul lagu seperti The Frim Fram Sauce, Salt Peanuts, hingga album legendaris Miles Davis seperti Cookin' memperlihatkan bahwa makanan telah lama menjadi bagian dari ekspresi kreatif dalam jazz. Bahkan, istilah-istilah kuliner kerap digunakan untuk menggambarkan karakter permainan musik yang hangat, kaya rasa, dan penuh energi.

Pembahasan kemudian membawa pendengar kembali ke New Orleans, kota kelahiran jazz yang juga terkenal dengan kekayaan kulinernya. Hidangan seperti gumbo, jambalaya, po'boy, hingga red beans and rice menjadi gambaran bagaimana keberagaman budaya melahirkan identitas baru, sama seperti jazz yang tumbuh dari pertemuan berbagai tradisi musik. Melalui analogi tersebut, Jazzy Vibes menegaskan bahwa harmoni lahir dari keberagaman yang saling melengkapi.

Menjelang akhir siaran, pendengar juga diajak mengenal kisah Tony Bennett dengan pasta favoritnya, hingga konsep unik album Eddie "Lockjaw" Davis Cookbook yang menjadikan istilah-istilah dapur sebagai tema utama dalam musik soul-jazz. Seluruh kisah tersebut memperlihatkan bahwa makanan bukan hanya kebutuhan fisik, melainkan bagian dari identitas, kreativitas, dan perjalanan hidup para musisi.

Melalui tema yang ringan namun sarat makna, Jazzy Vibes menghadirkan perspektif berbeda tentang dunia jazz. Program ini mengingatkan bahwa di balik para legenda musik terdapat kisah-kisah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sepiring makanan, secangkir kopi, atau resep keluarga ternyata mampu menjadi jembatan untuk memahami sisi personal para musisi yang selama ini lebih dikenal melalui karya-karya besarnya.

Program Jazzy Vibes bersama Lia Kusumawardani hadir setiap Sabtu pukul 21.00–24.00 WIB dan dapat didengarkan melalui aplikasi RRI Digital, 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta, serta siaran RRI Jazz Channel melalui DAB+.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....