Cuanki dan Kisah “Cari Uang Jalan Kaki” dari Bandung
- 12 Mei 2026 12:29 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Cuanki dipercaya berasal dari istilah “Cari Uang Jalan Kaki”.
- Kuliner ini berkembang pesat sejak era 1980-an di Bandung.
- Popularitas cuanki tetap bertahan hingga masuk pusat perbelanjaan modern.
RRI.CO.ID, Jakarta – Di tengah menjamurnya berbagai jenis bakso viral dengan tampilan modern dan beragam topping, cuanki khas Bandung justru tetap bertahan sebagai salah satu kuliner favorit masyarakat. Makanan berkuah hangat berbahan bakso ikan, tahu, siomai, dan pangsit ini masih banyak dicari karena rasa gurih sederhana yang dianggap melekat dengan kenangan masyarakat perkotaan.
Kuliner khas Jawa Barat tersebut berkembang pesat sejak dekade 1980-an melalui para pedagang keliling di Bandung dan sekitarnya. Dengan gerobak sederhana, para penjual cuanki menyusuri gang dan permukiman sambil menawarkan semangkuk kuah hangat kepada warga pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan arsip resmi Pemerintah Kota Bandung, sejarah cuanki berawal pada masa Kesultanan Cirebon di abad ke-16. Kabarnya, hidangan ini diciptakan oleh seorang pedagang Tionghoa yang menikahi perempuan dari Cirebon.
Pernikahan tersebut menyatukan dua budaya kuliner: masakan Tionghoa dan bumbu lokal. Dari perpaduan ini lahir sebuah hidangan unik dan lezat yang kemudian dikenal sebagai cuanki.
Cuanki awalnya berasal dari sebuah merek dagang panganan Tim Sam (dimsum) berkuah bernama Bakso Tahu Kuah Choan Kie di daerah Bandung. "Choan Kie" berarti rezeki.
Dalam perkembangannya, beberapa mantan pegawai Choan Kie mulai memodifikasi resep dengan menggunakan ikan tenggiri agar dapat diterima masyarakat luas. Perubahan itu menjadi awal mula yang membuat cuanki berkembang menjadi kuliner jalanan khas Bandung yang dikenal hingga berbagai kota di Indonesia.
Pemerintah Kota Bandung dalam artikel resminya juga menyebut istilah cuanki diyakini berasal dari akronim “Cari Uang Jalan Kaki”. Sebutan tersebut menggambarkan perjuangan pedagang yang dahulu berjualan sambil berjalan kaki membawa pikulan atau gerobak kecil menyusuri kampung dan kawasan permukiman warga.
Fenomena bertahannya cuanki di tengah tren makanan modern terlihat dari banyaknya gerai yang mulai memasukkan menu tersebut ke pusat kuliner modern. Salah satu chef di sebuah restoran kawasan BCP Bekasi, Minggu, 10 Mei 2026, mengatakan menu cuanki justru mendapat respons positif dari pelanggan meski baru diperkenalkan beberapa waktu terakhir.
“Ini sebenarnya menu baru dari resto kami, dan ternyata banyak peminat dari kuliner ini,” ujar chef restoran tersebut. Menurut dia, pelanggan menyukai rasa kuah hangat cuanki yang dianggap cocok disantap saat cuaca hujan maupun malam hari.
Selain mempertahankan resep tradisional, sejumlah penjual mulai menambahkan variasi seperti mi, sukro renyah, hingga tetelan daging sapi untuk memperkaya rasa. Perpaduan bakso kenyal, pangsit gurih, serta kuah kaldu ringan menjadi daya tarik yang membuat cuanki tetap relevan di tengah persaingan kuliner modern.
Salah satu penggemar cuanki di kawasan Bekasi, Sekar, mengaku menyukai sensasi kuah hangat dan rasa pedas dari makanan tersebut. “Seger, pedas, enak,” ucapnya ketika ditemui usai menyantap cuanki di salah satu pusat kuliner.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2022 juga menunjukkan cuanki telah berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Dalam peresmian Kampung Cuanki di Kabupaten Garut, Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Uu Ruzhanul Ulum, menyebut keberadaan usaha cuanki menjadi aset ekonomi daerah yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja.
Ketua Pos Upaya Kesehatan Kerja atau UKK)Cuanki, Tata Suparta, mengatakan kampung tersebut mampu memproduksi sekitar 125 ribu cuanki per hari dengan melibatkan 255 pekerja. Produknya bahkan telah dikirim ke berbagai provinsi hingga pasar luar negeri.
Kini cuanki mudah ditemukan diberbagai kota Indonesia, mulai pedagang kaki lima hingga restoran modern terkenal di pusat perbelanjaan. Popularitas cuanki terus bertahan karena harganya terjangkau, rasanya khas, dan mampu menghangatkan tubuh ketika hujan melanda kawasan perkotaan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....