5 Makanan Seserahan Wajib dalam Pernikahan Adat Betawi

  • 26 Jun 2025 09:12 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Siapa sangka makanan juga menjadi simbol cinta dan kesetiaan dalam pernikahan adat Betawi? Dalam rangkaian panjang prosesi pernikahan, tradisi seserahan makanan menjadi bagian penting yang masih lestari hingga kini.

Tradisi ini biasanya dilakukan pada tahap lamaran atau menjelang akad nikah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan dan penghormatan calon mempelai laki-laki kepada calon mempelai perempuan dan keluarganya.

Tradisi seserahan makanan dalam pernikahan adat Betawi tak hanya sekadar formalitas, tetapi juga sarat akan makna filosofis dan simbol-simbol budaya. Dari roti buaya hingga sayur besan, setiap makanan yang dibawa menyiratkan harapan akan kehidupan rumah tangga yang rukun, setia, dan sejahtera.

Laman senibudayabetawi.com yang kami akses pada Jumat, 27 Juni 2025 menulis pendapat sosiolog dan peneliti budaya Betawi, Yasmin Zaki Shahab yang dalam bukunya "Identitas dan Otoritas Rekonstruksi Tradisi Betawi" mencatat bahwa upacara pernikahan Betawi telah mengalami modifikasi dalam hal makanan. "Pengaruh budaya Sunda, Cina, Belanda, hingga Arab turut memperkaya ragam seserahan makanan dalam pernikahan Betawi," ujar Yasmin.

Berikut lima makanan seserahan khas Betawi yang masih lestari hingga kini:

Roti Buaya. (Foto: Ilustrasi/Enjoy Jakarta)

Roti buaya menyimbolkan kesetiaan dan kemapanan hidup

Roti buaya menjadi ikon dalam seserahan pernikahan adat Betawi. Dibentuk menyerupai buaya sepanjang 50 sentimeter, roti ini dibawa mempelai pria sebagai lambang kesetiaan, karena buaya dikenal setia pada satu pasangan seumur hidupnya. Selain itu, ukuran dan bentuk roti juga melambangkan kemapanan dan kesiapan mempelai pria membangun rumah tangga.

Sayur besan. (Foto: Ilustrasi/senibudayabetawi)

Sayur besan sebagai simbol penyatuan dua keluarga

Sayur besan adalah sayuran khas Betawi yang disajikan dalam acara pernikahan. Sayur ini sekilas menyerupai sayur lodeh, tetapi menggunakan bunga terubuk sebagai bahan utama.

Tradisi ini unik karena makanan ini bisa diberikan baik dari pihak pria maupun wanita sebagai simbol hubungan erat antarbesan. Penamaan sayur besan juga merujuk karena sayuran ini merupakan sebuah hantaran dalam prosesi pernikahan yang diberikan calon mempelai lelaki pada calon mempelai perempuan.

Kue Cucur. (Foto: Ilustrasi/ Senibudayabetawi)

Dodol dan kue bacot sebagai lambang manisnya hidup berumah tangga

Dalam seserahan, dodol menjadi makanan wajib. Rasanya yang manis dan lengket melambangkan harapan agar pasangan tetap lengket dan harmonis. Kue bacot sendiri merupakan kumpulan kue-kue tradisional seperti geplak, wajik, uli, hingga kue cincin.

Ayam bekakak. (Foto: Ilustrasi/ theasianparent)

Nasi kuning dan bekakak ayam sebagai lambang syukur dan keberkahan

Nasi kuning melambangkan kemuliaan dan kebahagiaan, sementara bekakak ayam sebagai simbol pengorbanan dan kebersamaan. Keduanya biasanya disajikan dalam acara pernikahan sebagai bentuk rasa syukur atas penyatuan dua insan.

Sirih lamaran. (Foto: Ilustrasi/senibudayabetawi)

Pisang raja dan sirih lamaran sebagai penegas komitmen dan penghargaan

Pisang raja selalu dibawa dalam prosesi lamaran sebagai simbol kesuburan dan kelanggengan. Biasanya dipasangkan dengan dua roti manis dalam nampan, disebut “pasangan roti pisang”. Sirih lamaran meskipun tidak dikonsumsi, menjadi simbol penghargaan terhadap si gadis dan keluarganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....