Dayok Binatur, Makanan Adat dari Simalungun

  • 20 Jan 2025 22:01 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Dayok Binatur merupakan makanan adat khas masyarakat Simalungun yang sarat akan nilai filosofis. Hidangan ini tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga simbol penghormatan, kebersamaan, dan rasa syukur.

Dalam tradisi Simalungun, makanan ini disajikan khusus untuk acara adat sebagai wujud doa dan harapan. "Dayok berarti ayam, dan Binatur artinya disusun atau diatur dengan rapi," kata Sardianton P. Purba, Wakil Ketua Umum Batak Center, Senin 20 Januari 2025.

Hidangan menurut Sardianton menggunakan ayam kampung yang dimasak dengan rempah khas Batak seperti andaliman, bawang, kunyit, dan serai. "Setelah dimasak, ayam dipotong kecil-kecil dan disusun estetis," ucapnya.

Filosofi di Balik Dayok Binatur

Menurut laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Dayok Binatur menyampaikan pesan, nasihat, atau petuah kepada penerimanya. Ayam dipilih karena sifatnya yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, seperti kesabaran saat mengerami telur, keberanian melindungi anak, dan kedisiplinan yang ditunjukkan dengan kokoknya setiap subuh.

"Setiap potongan ayam dalam Dayok Binatur memiliki makna tertentu," kata Sardianton menambahkan. Potongan tersebut meliputi kepala (ulu), leher (borgok), tulang dada (tuppak), rempelo (bilalang), dan sel telur ayam (tuahni). Setiap bagian disusun teratur di atas piring sebagai tanda penghormatan dan keteraturan.

Kuliner Simalungun yang Lainnya

Selain Dayok Binatur, masyarakat Simalungun memiliki berbagai kuliner tradisional yang kaya akan cita rasa dan makna. Beberapa di antaranya adalah:

Hina Sumba

Hina Sumba terbuat dari ikan mas yang diolah dengan bumbu khas Batak seperti andaliman dan asam. Hidangan ini sering dimasak dengan teknik panggang atau kukus, memberikan cita rasa segar dan kaya rempah.

Labar

Labar merupakan hidangan dari sayuran seperti daun singkong dan kacang panjang yang dicampur dengan kelapa parut berbumbu. Kehadiran rempah seperti andaliman memberikan rasa unik yang khas.

Tinuktuk

Tinuktuk adalah sambal khas Simalungun yang dibuat dari jahe merah, serai, cabai, dan rempah lainnya. Rasa pedas dan aroma khas andaliman membuat sambal ini menjadi pelengkap sempurna untuk hidangan tradisional.

Niktak

Niktak adalah olahan jeroan sapi atau kerbau yang dimasak dengan rempah-rempah. "Hidangan ini melambangkan penghormatan terhadap kesederhanaan. Jeroan yang sering dianggap kurang istimewa diolah menjadi makanan lezat," jelas Sardianton.

Proses Penyajian yang Penuh Makna

Dayok Binatur disajikan dengan susunan potongan ayam yang melambangkan keteraturan dan keselarasan. Kepala ayam (ulu) ditempatkan di bagian depan sebagai simbol pemimpin, sementara bagian tubuh lainnya disusun rapi di sekelilingnya. Proses ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang kuat dalam budaya Simalungun.

Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi

Generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan kuliner khas Batak Simalungun. Sardianton menegaskan, "Mereka dapat belajar langsung dari orang tua atau masyarakat adat, memahami filosofi di balik setiap hidangan, dan mempromosikan kuliner ini melalui media sosial."


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....