Mahasiswa Nagekeo Ikuti Diskusi Literasi Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas

  • 16 Jul 2026 14:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, mengikuti kegiatan literasi keuangan bertema Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas di Jakarta. Kegiatan hasil kolaborasi PT Pintu Kemana Saja (PINTU) dan Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN) tersebut membahas pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi serta pentingnya mengenali risiko di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi.

Acara yang berlangsung di Nemuru Grand Bellevue, Radio Dalam, Jakarta, menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan industri dan praktisi, antara lain Presiden Direktur PINTU Andy Putra, praktisi keuangan global Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia B. Hari Mantoro, serta Direktur Utama PT Smartin Advisor System Odang Supriatna. Diskusi dimoderatori jurnalis senior Investor Daily, Edo Rusyanto.

Dalam pemaparannya, Andy Putra mengatakan meningkatnya antusiasme mahasiswa untuk mempelajari investasi menjadi sinyal positif bagi penguatan literasi keuangan. Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan akademisi dapat memperluas pemahaman generasi muda mengenai perencanaan keuangan, investasi, serta perkembangan teknologi finansial.

“Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam HIMAPEN atas terselenggaranya acara ini. Antusiasme dan semangat para mahasiswa untuk belajar serta berdiskusi mengenai peluang investasi masa depan menjadi hal yang sangat positif," kata Andy, melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2026.

Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek Aster Leta mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai ruang belajar bersama bagi mahasiswa dan pemuda Nagekeo yang berada di wilayah Jabodetabek. Selain mempererat jejaring antarsesama perantau, forum itu juga diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan berbagai instrumen investasi yang dapat dipelajari oleh mahasiswa.

“Pentingnya edukasi investasi bagi generasi muda tercermin dari komposisi investor di Indonesia. Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 yang diterbitkan Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), kelompok Generasi Z dan milenial berusia 18–34 tahun mencapai 81,6 persen dari total pengguna aset kripto di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, data Statistik Pasar Modal Indonesia yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa hingga April 2026 investor berusia di bawah 30 tahun mencapai sekitar 55 persen dari total investor pasar modal nasional. Kelompok usia 31–40 tahun menyusul dengan porsi sekitar 25 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa generasi muda kini menjadi kelompok dominan dalam aktivitas investasi di Indonesia, sehingga peningkatan literasi keuangan dinilai penting agar keputusan investasi dilakukan dengan memahami karakteristik dan risiko masing-masing instrumen.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....