Mengenal Fintech P2P Lending untuk Aternatif Pendanaan
- 30 Okt 2024 20:18 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Teknologi makin hari makin bergeser ke arah kemajuan. Kehadiran teknologi kini rupanya tak bisa terlepas dari kehidupan masyarakat karena semua terasa lebih mudah dan cepat.
Fenomena ini membuat gaya hidup masyarakat berubah, termasuk di sektor keuangan. Kini siapapun dapat mengirim uang tanpa perlu ke bank hingga meminjam uang hanya melalui online atau biasa dikenal dengan fintech peer-to-peer (P2P) lending.
Edwin, Direktur PT Adiwisista Financial Teknologi, menjelaskan bahwa layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending ini memfasilitasi pinjam meminjam uang secara langsung. " Masyarkat bisa melakukan pinjam meminjam tanpa perlu bertemu, dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujarnya.
Dia menjelaskan tentang perusahannya, PT Adiwisista Financial Teknologi, melayani dua segmen peminjam, yaitu pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan individu untuk konsumtif. "Kami memberikan akses pinjaman yang lebih mudah dan transparan bagi pengusaha UMKM yang seringkali kesulitan mendapatkan dana," ujarnya pada awal Oktober 2024 kemarin.
Sejak beroperasi pada 2019 dan mendapatkan izin resmi dari OJK pada 2021, perusahaannya menerapkan transparansi dalam biaya dan bunga pinjaman. "Semua informasi terkait pinjaman disampaikan dengan jelas dalam perjanjian," kata dia.
Mengenai stigma negatif terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal, Edwin menjelaskan pentingnya edukasi bagi masyarakat. "Kami ingin masyarakat memahami bahwa tidak semua P2P lending buruk; penting untuk memilih platform yang terdaftar dan diawasi oleh OJK," katanya.
Di tengah kondisi inflasi saat ini, Edwin menyatakan bahwa dampak tersebut dirasakan oleh semua pelaku bisnis. Namun, P2P lending berupaya memberikan dukungan finansial yang responsif untuk membantu peminjam menghadapi situasi sulit.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem reminder yang diterapkan dalam proses peminjaman sangat efektif. "Kami mengingatkan peminjam sebelum jatuh tempo melalui berbagai saluran, termasuk WhatsApp dan email," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....