Dokter Peringatkan Risiko Plasenta Akreta Selama Kehamilan
- 24 Jun 2024 15:28 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kelompok Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Yuditiya Purwosunu menjelaskan bahwa ari-ari (plasenta) berfungsi sebagai penghubung vital antara ibu dan bayi. Plasenta memiliki peran penting dalam memberikan nutrisi, serta melindungi janin dari faktor eksternal.
“Untuk memproteksi bayi itu sendiri dari goncangan, dari faktor eksternal lainnya, selain untuk nutrisi juga melindungi dari faktor infeksi,” ucap Yuditiya Purwosunu dalam dialog PRO 1 RRI Jakarta, pada Senin (24/6/24).
Belakangan ini terjadi peningkatan peringatan mengenai risiko ari-ari yang menempel terlalu kuat pada rahim (AKRETA) selama kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika proses penyembuhan luka operasi di rahim tidak terjadi secara teratur.
“Masalahnya adalah kalau setelah operasi itu kadang-kadang penyembuhan atau luka bekas operasi di daerah sekitar rahim tidak teratur, jadi plasenta akan menempel lebih lengket ke rahim,” kata Yuditiya.
Plasenta memiliki ukuran yang cukup besar, yakni sekitar 20-30 cm dengan berat mencapai 1 kg. Yuditiya mengingatkan bahwa plasenta yang menempel terlalu kuat dapat menyebabkan pendarahan, karena masih ada sisa plasenta di dalam rahim.
“Selama plasenta masih menempel di rahim, otot rahimnya itu tidak bisa menyempit atau menjepit pembuluh darah di rahim, sehingga terjadi pendarahan yang terus menerus, karena masih ada plasenta itu sendiri” katanya.
Yuditiya mengatakan, normalnya plasenta menempel di bagian atas rahim, karena bagian bawah rahim lebih sempit dan tidak luas. Untuk mencegah plasenta menempel terlalu kuat, Ia menyarankan konsumsi makanan yang kaya kalsium.
(Vania Suryadi/ Universitas Bunda Mulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....