Jamu Botolan Jadi Peluang Usaha dari Rumah

  • 05 Okt 2026 16:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Jamu tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai minuman tradisional untuk menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha yang bisa dikembangkan dari rumah. Hal itu dirasakan Erlina, kader Akademi Herbal Nusantara (AHN) Jawa Barat, yang mulai memperoleh penghasilan tambahan dari keterampilannya meracik jamu.

Erlina mengatakan, ketertarikannya terhadap jamu berawal ketika dirinya masih menjadi ibu rumah tangga dan bergabung dengan Pusaka Indonesia Gemah Ripah. Ia kemudian mendapat kesempatan membantu kegiatan demo meramu jamu hingga akhirnya tertarik mengikuti kelas dasar herbal yang diselenggarakan AHN.

“Setelah ikut demo-demo jamu tersebut, saya mulai merasa tertarik dengan jamu. Sehingga saya bergabung di sub bidang AHN dan mengikuti kelas-kelas dasar herbal,” ujar Erlina saat dialog bersama RRI, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, pembelajaran di AHN membuat dirinya lebih memahami manfaat berbagai tanaman herbal sekaligus cara dasar mengolahnya menjadi minuman yang mudah dikonsumsi. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus dikembangkan menjadi kegiatan yang menghasilkan.

Erlina mengaku dirinya bersama sejumlah kader beberapa kali mendapat pesanan untuk membuat jamu yang kemudian dijual dalam kegiatan bazar. Jamu tersebut telah dikemas dalam bentuk cair menggunakan botol, sehingga konsumen dapat langsung meminumnya.

“Selain itu saya dan beberapa teman sering diminta membuat jamu untuk dijual di bazar-bazar. Dari pesanan-pesanan pembuatan jamu itu saya dapat tambahan penghasilan,” katanya.

Beragam jenis jamu yang dibuat antara lain kunyit asam, beras kencur, dan telang laras. Produk tersebut tersedia dalam kemasan sekitar 250 mililiter untuk sekali minum maupun pesanan dalam ukuran satu liter.

Menurut Erlina, pengalaman membuat dan menjual jamu tersebut bahkan mendorong dirinya untuk mengembangkan usaha secara mandiri dari rumah. Selain keterampilan meracik jamu, kegiatan tersebut juga membuatnya lebih percaya diri karena mendapat kesempatan melakukan demo dan menyampaikan materi di hadapan masyarakat.

“Saya punya rencana ingin berjualan sendiri juga agar bisa dapat penghasilan lagi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jamu botolan yang dibuat perlu mendapatkan perhatian dalam penyimpanan. Jika dibiarkan di luar ruangan, jamu sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Sementara jika disimpan dalam lemari pendingin dan tidak tercemar, berdasarkan pengalaman yang dibagikannya, jamu dapat bertahan hingga sekitar satu minggu.

Erlina berharap semakin banyak masyarakat mengenal jamu bukan hanya sebagai minuman yang identik dengan rasa pahit, tetapi sebagai minuman tradisional yang dapat diolah dengan rasa yang lebih beragam. Menurutnya, keterampilan membuat jamu dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur juga dapat menjadi bekal untuk menjaga kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga.

“Harapan kami dengan gerakan ini bisa menambah semangat dan kecintaan serta kesadaran akan manfaat dari jamu bagi kesehatan. Sehingga semua orang bisa membuat jamu sendiri di rumah dengan bahan yang mudah dan enak rasanya,” tuturnya.

Melalui Akademi Herbal Nusantara, masyarakat juga didorong untuk mempelajari pengolahan herbal melalui kelas dan berbagai kegiatan seperti demo meramu serta icip-icip jamu. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi jamu Nusantara, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....