Jamu Tak Sekadar Minuman, Warisan yang Perlu Dilestarikan

  • 05 Okt 2026 14:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Jamu tidak hanya menjadi minuman tradisional, tetapi juga bagian dari warisan pengetahuan dan kearifan lokal Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Upaya pelestarian jamu dilakukan melalui edukasi agar masyarakat kembali memahami manfaat serta cara mengolah tanaman herbal secara tepat.

Hal tersebut disampaikan Erlina, perwakilan Akademi Herbal Nusantara (AHN) Jawa Barat dari Komunitas Pusaka Indonesia. Ia mengatakan, AHN merupakan bagian dari bidang pendidikan dan pemberdayaan Pusaka Indonesia yang berfokus pada upaya melestarikan tradisi jamu dan herbal yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Erlina, pengetahuan mengenai jamu saat ini mulai banyak dilupakan, terutama oleh generasi muda. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa jamu selalu memiliki rasa pahit sehingga kurang menarik untuk dikonsumsi.

"Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa mengonsumsi jamu itu tidak selalu harus identik dengan pahit, tapi dengan minuman yang menyegarkan, sehat, dan enak juga bisa kita dapatkan," ujar Erlina dalam dialog bersama RRI, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Untuk mengenalkan kembali jamu kepada masyarakat, AHN mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari kelas daring, demo meramu jamu, workshop, hingga kegiatan icip-icip jamu. Kegiatan tersebut juga dilakukan di berbagai tempat dan atas undangan sejumlah instansi, sehingga masyarakat dapat mengenal langsung berbagai resep jamu dengan cita rasa yang beragam.

Erlina menilai, pengenalan jamu tidak cukup hanya melalui teori. Masyarakat juga perlu mendapatkan pengalaman langsung dalam meramu dan mencicipi jamu. Dengan cara tersebut, diharapkan muncul kembali ketertarikan untuk mengenal dan mengonsumsi jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ia berharap gerakan belajar jamu dapat meningkatkan kecintaan dan kesadaran masyarakat terhadap warisan herbal Nusantara. Masyarakat juga diharapkan mampu membuat jamu sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.

"Harapan kami dengan gerakan ini bisa menambah semangat dan kecintaan serta kesadaran akan manfaat dari jamu bagi kesehatan. Sehingga semua orang bisa membuat jamu sendiri di rumah dengan bahan yang mudah dan enak rasanya," kata Erlina.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi penting agar tradisi jamu tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal dalam kehidupan masyarakat saat ini. Dengan edukasi dan praktik yang berkelanjutan, jamu diharapkan tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang dapat dibanggakan generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....