Paparan Suara Berlebih Picu Stress dan Gangguan Kesehatan

  • 19 Sep 2026 10:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Paparan suara berlebihan dapat memicu reaksi stres pada tubuh melalui sistem saraf. Kondisi tersebut juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dokter spesialis neurologi RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI (Purn) dr. Sholihul Muhibbi, Sp.N., M.Si.Med menjelaskan bahwa tubuh akan merespons kebisingan berlebih melalui sistem saraf otonom. Respons tersebut dapat memengaruhi denyut jantung hingga produksi hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.

“Rangsangan suara berlebihan bisa menimbulkan reaksi stres tubuh yang oleh sistem saraf akan direspons oleh sistem saraf autonom yang mengatur denyut jantung sampai dengan hormon kortisol, yang bisa mengganggu baik jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Sholihul sebagaimana dilansir dari Antara pada Jumat, 18 September 2026.

Selain memicu stres, kebisingan dengan intensitas tinggi juga dapat merusak saraf pendengaran. Dampaknya dapat muncul secara bertahap, mulai dari gangguan pada frekuensi tinggi hingga memengaruhi kemampuan mendengar percakapan sehari-hari.

“Yang pada awalnya dirasakan gangguan pendengaran berdenging dan selanjutnya mengganggu frekuensi percakapan sehari hari,” ujarnya.

Menurut Sholihul, risiko tersebut dapat terjadi akibat paparan suara keras yang berlangsung terus-menerus.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri tengah mengkaji batas tingkat kebisingan atau desibel yang diperbolehkan untuk penggunaan pengeras suara. Kajian tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kebisingan berlebih.

(Zahra Nabila - Mahasiswa UHAMKA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....