3 Kesalahan Memakai Obat Kumur Ganggu Kesehatan Mulut

  • 17 Sep 2026 09:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Obat kumur sering dipakai setelah menyikat gigi untuk membuat mulut terasa lebih segar dan bersih. Namun, kebiasaan berkumur ternyata tidak selalu berarti semakin sering semakin baik karena jenis produk, frekuensi pemakaian, dan cara penggunaannya tetap perlu diperhatikan.

Obat kumur sebenarnya hanya pelengkap dalam rutinitas menjaga kesehatan mulut. Laman American Dental Association yang kami akses pada Kamis, 17 September 2026, menyebut obat kumur dapat membantu menjangkau area yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi, tetapi tidak bisa menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi.

Berikut tiga kesalahan memakai obat kumur yang bisa mengganggu kesehatan mulut:

Ilustrasi seorang perempuan menyikat gigi sebagai bagian dari rutinitas menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. (Foto: pexels)
1. Terlalu sering berkumur setiap hari

Kesalahan yang pertama adalah memakai obat kumur berkali-kali dalam sehari tanpa alasan medis. Kebiasaan ini bisa membuat seseorang menganggap semua bakteri di mulut harus dibasmi, padahal mulut memiliki komunitas mikroorganisme yang juga berperan dalam keseimbangan lingkungan mulut.

Dr. Purnima Kumar, Profesor Periodontik dan Kedokteran Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Michigan, mengatakan penggunaan sesekali umumnya tidak menjadi masalah. "Risiko dapat muncul ketika produk tersebut digunakan beberapa kali dalam sehari selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun," ujarnya seperti dikutip Antara.

Salah satu penelitian yang dipublikasi National Institutes of Health atau NIH di Amerika Serikat bahkan menemukan hubungan antara penggunaan obat kumur yang sering dengan risiko hipertensi. Dalam penelitian terhadap 540 orang yang tidak mengalami hipertensi pada awal penelitian, penggunaan obat kumur dua kali atau lebih setiap hari dikaitkan dengan kejadian hipertensi yang lebih tinggi selama masa tindak lanjut sekitar tiga tahun.

Ilustrasi dokter gigi memperagakan teknik menyikat gigi menggunakan model gigi sebagai bagian dari edukasi kesehatan mulut. (Foto: pexels)
2. Asal pilih tanpa membaca kandungan

Kesalahan berikutnya adalah memilih obat kumur hanya karena rasanya enak atau membuat napas terasa segar. Padahal, kandungan dalam produk dapat menentukan manfaat sekaligus efek yang mungkin muncul.

Dr. Vivek Thumbigere-Math, Profesor Madya Periodontik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Maryland, menjelaskan bahwa obat kumur terbagi menjadi dua kelompok utama. "Jenis terapeutik memiliki kandungan aktif untuk membantu menangani masalah kesehatan gigi dan mulut, sedangkan jenis kosmetik lebih ditujukan untuk menyamarkan bau mulut," ucapnya.

Beberapa obat kumur terapeutik mengandung fluoride yang membantu mencegah gigi berlubang. Ada pula produk yang menggunakan klorheksidin, cetylpyridinium chloride, minyak esensial, atau peroxide untuk tujuan tertentu dalam perawatan mulut.

Masalahnya, bahan aktif tertentu juga dapat menimbulkan efek samping. American Dental Association mencatat bahwa klorheksidin dan cetylpyridinium chloride dapat menyebabkan perubahan warna kecokelatan pada gigi, lidah, atau restorasi gigi pada sebagian pengguna.

3. Mengira obat kumur bisa menggantikan sikat gigi

Kesalahan yang juga sering terjadi adalah merasa sudah cukup menjaga kebersihan mulut hanya dengan berkumur. Padahal, obat kumur tetap tidak menggantikan sikat gigi dan pembersihan sela gigi.

American Dental Association menjelaskan bahwa obat kumur dapat memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kesehatan mulut. Namun, penggunaannya tetap perlu ditempatkan sebagai pelengkap, bukan pengganti kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi.

Cara penggunaan juga tidak boleh asal. Produk yang diresepkan dokter gigi perlu digunakan sesuai dosis, frekuensi, dan lama pemakaian yang diberikan, sedangkan produk bebas sebaiknya digunakan mengikuti petunjuk pada label.

Anak-anak juga perlu mendapat perhatian khusus. American Dental Association menyarankan agar anak berusia di bawah enam tahun tidak menggunakan obat kumur kecuali atas arahan dokter gigi karena mereka berisiko menelan cairan tersebut dalam jumlah banyak.

(Andini Amelia Wiguna - Mahasiswa Universitas Gunadarma berkontribusi menyusun artikel ini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....