Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Waspadai Risiko Dehidrasi

  • 15 Sep 2026 15:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Musim kemarau membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan, terutama melalui keringat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila kebutuhan cairan tubuh tidak tercukupi.

Dilansir dari Antara, Selasa 15 September 2026, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM mengatakan bahwa cairan memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh. Mulai dari mengatur suhu tubuh, menjaga sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit.

“Kenapa dehidrasi tidak boleh diabaikan? Karena cairan berperan penting dalam kesehatan, untuk menjaga suhu tubuh, sirkulasi darah, fungsi ginjal, hingga keseimbangan elektrolit,” kata Raissa.

Menurut Raissa, kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, konsentrasi menurun, sakit kepala, hingga tekanan darah turun. Dalam kondisi yang lebih berat, dehidrasi juga dapat menyebabkan gangguan ginjal dan penurunan kesadaran.

Beberapa tanda tubuh mengalami kekurangan cairan antara lain rasa haus, bibir dan mulut kering, sakit kepala, serta tubuh terasa lemas. Kondisi tersebut juga dapat ditandai dengan sulit berkonsentrasi, warna urine lebih pekat, dan berkurangnya frekuensi buang air kecil. Oleh karena itu, Raissa mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum.

“Jangan tunggu haus baru minum. Biasakan minum berkala. Minum lebih sering terutama jika banyak berkeringat,” ujarnya.

Selain mengonsumsi air putih secara berkala, kebutuhan cairan juga dapat dibantu melalui makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, jeruk, pir, stroberi, ketimun, tomat, dan sayuran berkuah. Minuman elektrolit juga dapat dikonsumsi ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat atau setelah melakukan olahraga intens.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan untuk menggunakan pelindung dari paparan matahari. Adapun warna urine dapat menjadi salah satu indikator kecukupan cairan, karena urine yang semakin pekat dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....