Saling Percaya Jadi Kunci Sukses Toilet Training Anak
- 11 Sep 2026 22:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Proses toilet training pada anak tidak selalu berjalan lancar. Salah satu tantangan yang kerap muncul adalah kebiasaan menahan buang air besar (BAB), yang dapat membuat anak kesulitan beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. Mengutip dari Antara, pada 11 September 2026, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Andy Darma, Sp.A., Subsp.GH(K), mengatakan bahwa proses tersebut dapat diawali dengan rasa saling percaya antara ibu dan anak.
“Diawali dari saling percaya antara ibu dan anak. Jadi anak supaya kita bisa meyakinkan ini enggak sakit kok. Dia yakin memang poop (buang air besar) itu enggak sakit karena ibunya enggak pernah bohong,” ujarnya.
Andy mengatakan, rasa percaya diperlukan agar anak yakin bahwa BAB tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga tidak lagi menahannya. Kebiasaan menahan BAB dapat membuat feses semakin keras, karena air di dalam feses diserap oleh usus. Jika terus dibiarkan, hal ini akan membentuk siklus yang membuat anak semakin sulit BAB.
Andy menambahkan, feses yang keras dapat menyebabkan nyeri. Rasa nyeri tersebut kemudian membuat anak nantinya akan kembali menahan BAB sehingga feses menjadi semakin keras.
"BAB keras menyebabkan nyeri. Nyeri menyebabkan menahan. Menahan menyebabkan bertambah keras. Jadi berputar saja siklusnya di situ, nanti gak selesai-selesai," ujarnya.
Andy menjelaskan, kondisi tersebut perlu diputus dengan membuat feses menjadi lebih lunak sekaligus membantu anak agar tidak lagi menahan BAB. Dokter dapat memberikan obat untuk melunakkan fases, sementara orang tua berperan meyakinkan anak agar tidak menahan BAB. Menurut Andy, ketika feses sudah lunak tetapi anak masih menahan BAB, ibu perlu memberikan keyakinan bahwa proses tersebut tidak sakit.
“Membangun rasa percaya menyelesaikan trust issue pada anak,” ujar Andy.
Setelah anak berhasil BAB tanpa rasa sakit, orang tua dapat memberikan afirmasi dengan menanyakan apakah BAB tadi terasa sakit dan mengingatkan anak agar tidak kembali menahannya.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....