Sianida Sangat Berbahaya, Pengawasan Distribusi Jadi Sorotan
- 09 Sep 2026 19:46 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Sianida Sangat Berbahaya, Pengawasan Distribusi Jadi Sorotan
RRI.CO.ID, Jakarta — Sianida merupakan bahan kimia beracun yang dapat menimbulkan kondisi fatal dalam waktu relatif cepat apabila masuk ke tubuh dalam jumlah yang membahayakan. Zat ini dapat mengganggu kemampuan sel tubuh dalam menggunakan oksigen sehingga menyebabkan kegawatan medis.
Keracunan sianida dalam kondisi berat dapat ditandai dengan gangguan atau sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, gangguan fungsi jantung, hingga henti jantung. Namun, tingkat keparahan paparan sangat bergantung pada jenis zat, konsentrasi, jumlah paparan, jalur masuk ke tubuh, serta kondisi korban.
Karena itu, dalam kasus kematian yang diduga berkaitan dengan sianida, penyebab pasti tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan toksikologi.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dr. dr. Ngabila Salama, MKM, dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Rabu 9 September 2026 kepada RRI menjelaskan, Masyarakat juga diimbau tidak mencoba membeli, menyimpan, maupun menggunakan sianida tanpa prosedur keselamatan dan kewenangan yang sesuai. Selain membahayakan diri sendiri, penanganan yang tidak tepat juga dapat meningkatkan risiko paparan terhadap orang lain.
Bukan Bahan yang Seharusnya Bebas Beredar
Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana masyarakat umum dapat memperoleh sianida.
Sianida memiliki penggunaan legal untuk sejumlah kebutuhan industri, termasuk sektor pertambangan. Namun, bahan berbahaya tersebut tidak semestinya diperjualbelikan secara bebas kepada masyarakat umum. Distribusi dan pengawasannya telah diatur pemerintah, salah satunya melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2022 tentang pendistribusian dan pengawasan bahan berbahaya.
Persoalan kemudian muncul ketika terdapat celah dalam pengawasan atau distribusi ilegal. Pada Juni 2026, Bareskrim Polri mengungkap dugaan perdagangan ilegal sodium cyanide dan menyita sekitar 18,1 ton bahan tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian dari perspektif kesehatan masyarakat. Pengawasan tidak hanya diperlukan pada tahap distribusi, tetapi juga mencakup verifikasi pembeli dan pengguna, penyimpanan, hingga pencegahan penjualan melalui jalur tidak resmi.
Akses Perlu Dibatasi dan Diawasi
Sianida bukan bahan kimia yang aman untuk dimiliki atau digunakan tanpa kewenangan dan prosedur keselamatan yang tepat. Paparan dalam jumlah berbahaya dapat menyebabkan kegawatan medis dan kematian dalam waktu relatif cepat.
Karena itu, penguatan sistem pengawasan dinilai penting untuk memastikan bahan tersebut hanya digunakan oleh pihak yang memiliki kebutuhan dan kewenangan yang sah.
| Baca juga: Kenali Area Triangle of Death |
Gejala Keracunan Sianida yang Perlu Diwaspadai
Seseorang yang terpapar sejumlah kecil sianida yang terhirup, terserap melalui kulit, atau tertelan dapat menunjukkan tanda dan gejala dalam hitungan menit saja.
Diantara gejala keracunan sianida, yakni:
- Pusing atau rasa melayang
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Napas cepat
- Jantung berdebar
- Gelisah
- Lemas
Selain itu, paparan sianida dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan gangguan kesehatan berupa:
- Kejang-kejang
- Hilang kesadaran
- Tekanan darah rendah
- Kerusakan paru
- Gagal napas yang berujung pada kematian
- Denyut nadi lambat
Jika kamu memiliki masalah kesehatan yang berkaitan dengan paparan zat kimia berbahaya, segera berkonsultasi pada dokter. K
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....