PDPI: Masker N95 Lebih Efektif Lindungi dari Abu Vulkanik
- 08 Sep 2026 09:27 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau diimbau untuk memperhatikan perlindungan saluran pernapasan. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut bahwa penggunaan masker, termasuk masker N95, dapat membantu mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Dilansir dari Antara, pada Senin 7 September 2026, PDPI memberikan tanggapan terkait penggunaan masker N95 yang dinilai efektif menangkal abu vulkanik. Ketua Pokja Rokok dan anggota Pokja Paru Kerja dan Lingkungan PDPI, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), mengatakan bahwa penggunaan masker tetap memberikan perlindungan dibandingkan tidak menggunakannya.
“Menggunakan masker jenis apapun pasti mempunyai efek proteksi yang lebih baik dibandingkan tidak menggunakan masker sama sekali,” kata Feni.
Feni menjelaskan, masker N95 memiliki tingkat perlindungan yang lebih maksimal karena dapat mengurangi kebocoran dari sisi masker dan pipi. Namun, penggunaan masker dalam waktu lama dapat menimbulkan rasa kurang nyaman bagi sebagian orang.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan memilih jenis masker yang sesuai dengan kondisi dan kenyamanan masing-masing. Menurut Feni, setiap jenis masker memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi penggunaannya tetap lebih baik dibandingkan tidak memakai masker.
“Setiap masker ada kelebihan dan kekurangannya, jadi pilih masker yang sesuai, menggunakan masker jenis apapun tetap lebih melindungi daripada tidak pakai masker sama sekali,” ujarnya.
Abu vulkanik merupakan partikel sangat halus yang berasal dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang terlontar saat terjadi erupsi. Partikel tersebut dapat berukuran PM10 dan PM2.5 sehingga berpotensi terhirup hingga saluran pernapasan bagian dalam.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memicu batuk, bersin, dan nyeri tenggorokan. Paparan dalam jumlah tinggi dan dalam waktu lama juga dapat mengganggu fungsi paru, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru atau jantung.
Selain menggunakan masker, masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah. Masyarakat dapat menutup pintu dan jendela dengan rapat serta menggunakan kacamata ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan segera membersihkan diri setelah terpapar abu vulkanik, termasuk mencuci pakaian yang terkena abu secara terpisah. Pola hidup bersih dan sehat, istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menghindari rokok dan vaping juga perlu diterapkan.
Dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu melindungi saluran pernapasan. Pemilihan jenis masker dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan selama tetap digunakan dengan benar.
(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....