Bukan Panu, Kenali Pitiriasis Alba dan Ciri-cirinya

  • 23 Agt 2026 20:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta — Panu dan Pitiriasis alba sering dianggap dua kondisi yang sama karena keduanya menimbulkan bercak putih pada kulit. Namun, pada kenyataannya dua kondisi tersebut adalah dua hal yang berbeda. Pitiriasis alba bukanlah infeksi yang ditimbulkan dari jamur, sedangkan panu, atau dalam istilah medis disebut tinea versicolor, disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia pada kulit.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Pitiriasis alba merupakan kelainan kulit ringan yang sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Kondisi ini ditandai dengan bercak putih samar yang terkadang disertai kulit kering dan sisik halus. Bercak umumnya muncul di area pipi, tetapi dapat pula ditemukan pada lengan atas, leher, atau bagian atas tubuh. Pitiriasis alba sering kali lebih terlihat setelah kulit terpapar sinar matahari karena kulit di sekitarnya menjadi lebih gelap.

Secara tampilan, Pitiriasis alba biasanya berupa bercak yang memiliki permukaan sedikit kering atau disertai sisik halus. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat diawali dengan kemerahan ringan sebelum warna kulit menjadi lebih pucat.

Pitiriasis alba umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus. Perawatan dapat dilakukan dengan menggunakan pelembap untuk mengatasi kulit kering, sabun yang lembut, serta tabir surya untuk mencegah perbedaan warna kulit semakin terlihat. Apabila disertai kemerahan atau rasa gatal ringan, dokter dapat memberikan obat oles antiradang untuk penggunaan dalam jangka pendek.

Pitiriasis alba juga berkaitan dengan kondisi alergi atau atopi. Bagi penderita yang memiliki riwayat alergi, menghindari zat yang dapat memicu reaksi alergi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan. Kebersihan kulit dalam kasus ini juga perlu dijaga dengan menghindari paparan berlebihan terhadap sinar matahari, debu, maupun asap rokok.

Dengan demikian, penting untuk mengetahui perbedaan Pitiriasis alba dengan panu karena penanganan keduanya tidak sama. Bercak putih pada wajah anak tidak selalu disebabkan oleh infeksi jamur yang membutuhkan obat antijamur. Apabila bercak menetap atau semakin meluas, sebaiknya periksakan kondisi tersebut kepada dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika agar mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat.

(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....