Merdeka Jiwa, ASN Kemensos Diajak Lepas dari Belenggu Overthinking
- 18 Agt 2026 12:55 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Merdeka Jiwa, ASN Kemensos Diajak Lepas dari Belenggu Overthinking
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Di tengah tuntutan pekerjaan dan berbagai tekanan kehidupan, seseorang juga perlu merdeka dari belenggu pikiran yang terus berputar. Pesan tersebut mengemuka dalam Sharing Session “Merdeka Jiwa: Lepas dari Overthinking, Bangun Resiliensi dengan Mindfulness” yang digelar Biro Umum melalui Klinik Pratama Kementerian Sosial.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB tersebut merupakan sharing session ketiga yang diselenggarakan Poliklinik Kementerian Sosial sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan mental pegawai. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan sebanyak dua kali dengan mengangkat tema kesehatan mental yang relevan dengan kebutuhan ASN Kementerian Sosial
Sharing session kali ini berkolaborasi dengan Abdi Muda, wadah ASN Indonesia Muda yang mendorong pola pikir cerdas dan kontributif, serta Catatan Psikologi, ekosistem media, layanan psikologi, kesehatan mental, dan pengembangan diri. Kegiatan disiarkan melalui Zoom dan YouTube resmi Kementerian Sosial serta diikuti 335 peserta melalui Zoom.
Kegiatan dibuka Kepala Bagian Rumah Tangga, Perlengkapan dan BMN, Agung Hendrawan, S.H., M.H. Ia menilai tema overthinking sangat relevan dengan kehidupan ASN karena dapat menguras energi mental, mengganggu konsentrasi, hingga memengaruhi pengambilan keputusan. Sementara itu, dalam sesi wawancara, Kepala Poliklinik Kementerian Sosial, dr Resy Ovita berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang edukasi sekaligus ruang aman bagi pegawai untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental.
Materi menghadirkan Jainal Ilmi, M.Psi., Psikolog yang merupakan Psikolog Klinis dari Klinik Pratama Kementerian Sosial dan Putra Wiramuda, S.Psi., M.A., seorang mindfulness consultant. Keduanya mengajak peserta memahami bagaimana overthinking dapat menguras kapasitas mental serta pentingnya membangun resiliensi melalui kesadaran terhadap pikiran, emosi, dan kondisi diri.
Menariknya, panitia juga memberikan tiga hadiah untuk meningkatkan partisipasi peserta. Hadiah diberikan kepada peserta paling aktif bertanya, peraih nilai post-test tertinggi, serta peserta yang beruntung melalui spin wheel.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu kesehatan mental semakin mendapat tempat dalam kehidupan ASN. Dari ruang virtual tersebut, pesan kemerdekaan pun mendapatkan makna baru: merdeka bukan hanya bebas dari tekanan di luar diri, tetapi juga belajar tidak diperbudak oleh pikiran sendiri.
(Penulis: Indra Setiaji)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....