Sudinkes Jakpus Dorong Warga Rutin Skrining Hepatitis
- 12 Agt 2026 18:12 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat menyatakan kasus hepatitis di wilayahnya masih terkendali dan belum mencapai status kejadian luar biasa (KLB).
- Program pencegahan Hepatitis B difokuskan pada skrining dan terapi bagi ibu hamil untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.
- Tiga jenis hepatitis menjadi perhatian utama di Jakarta Pusat, yaitu Hepatitis A, B, dan C, masing-masing dengan strategi penanganan yang berbeda.
RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat menyebut kasus hepatitis di wilayahnya masih terkendali. Hepatitis B menjadi perhatian melalui program pencegahan penularan dari ibu ke bayi, sedangkan kasus Hepatitis A hingga kini belum menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto mengatakan, terdapat tiga jenis hepatitis yang menjadi perhatian, yakni Hepatitis A, B, dan C. Untuk Hepatitis B, program pencegahan difokuskan pada skrining dan terapi bagi ibu hamil.
“Capaian skrining dan terapi pada ibu hamil sudah mencapai 37,9 persen dari target 25 persen pada akhir semester pertama 2026,” kata Ilmi.
Sementara itu, Hepatitis C umumnya berkaitan dengan penularan pada kelompok berisiko. Ilmi menyebut penderita Hepatitis C masih memiliki peluang untuk pulih apabila tidak disertai komplikasi penyakit lain.
Adapun Hepatitis A dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi virus. Hingga saat ini, kasus Hepatitis A di Jakarta Pusat masih relatif kecil dan belum ditemukan kejadian luar biasa.
Ilmi mengatakan, Sudinkes Jakpus terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian dengan meningkatkan wawasan petugas fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut juga dilakukan dengan mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, masyarakat didorong mengikuti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan skrining penyakit tidak menular. Menurut Ilmi, gangguan kesehatan seperti hiperlipidemia dan obesitas juga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu peradangan pada hati.
Ilmi menegaskan deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah penyakit berkembang menjadi komplikasi sekaligus memutus mata rantai penularan. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan kesehatan atau memiliki perilaku berisiko.
“Kami mengimbau masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta cek kesehatan secara rutin. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis yang telah disediakan pemerintah di puskesmas,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....