Akses Layanan Diagnostik Berkualitas Harus Dapat Dinikmati Seluruh Masyarakat
- 07 Agt 2026 17:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri alat kesehatan nasional, PT Virtue Diagnostics Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem manufaktur In Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Industrial Symposium pada INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026, sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan bagaimana investasi global dan kemampuan manufaktur lokal dapat berjalan beriringan dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional.
Membuka konferensi pers, Mr. Johnson Zhang, Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, menjelaskan bahwa keputusan Virtue Diagnostics berinvestasi di Indonesia didasarkan pada keyakinan bahwa akses terhadap layanan diagnostik yang berkualitas harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Indonesia adalah negara dengan tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal. Karena itu, kami memilih untuk membangun manufaktur di Indonesia, bukan sekadar menjual produk ke Indonesia," ujar Johnson Zhang, Jum’at, 7 Agustus 2026.
Menurut Johnson Zhang, investasi dalam manufaktur teknologi diagnostik berteknologi tinggi merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kepastian ekosistem industri.
"Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di Kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai (value-based procurement), perlindungan terhadap produk dengan TKDN tinggi, kontrak pengadaan multi-tahun, serta komunikasi yang lebih erat sebelum implementasi kebijakan baru," katanya.

Melanjutkan paparan tersebut, Dr. Kurniasari Endah, M.M., Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia, menjelaskan bagaimana komitmen investasi tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan nyata di Indonesia meskipun industri IVD sedang menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, kondisi ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan telah memberikan tekanan yang cukup besar terhadap industri IVD nasional.
"Kami menyadari bahwa memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," ucap Dr. Kurniasari.

Namun demikian, PT Virtue Diagnostics Indonesia memilih untuk tidak bergantung pada satu segmen pasar saja. Perusahaan melakukan transformasi strategi dengan memperkuat penetrasi ke sektor swasta, termasuk rumah sakit, laboratorium klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Perusahaan meyakini bahwa kepercayaan pelanggan hanya dapat dibangun melalui kualitas produk, inovasi yang berkelanjutan, serta layanan purna jual yang profesional dan konsisten.
Mengusung filosofi "In the Region, for the Region," Virtue Diagnostics membangun fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 meter persegi di Cikarang dengan kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik setiap tahun serta 6.000 liter reagen setiap hari yang diresmikan oleh Menteri kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, di tahun 2024.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, pada tahun ini Virtue Diagnostics meningkatkan investasi di Indonesia dengan mengembangkan lini produk baru yaitu diagnostik molekuler dan meluncurkan cartridge-based immunology technology untuk melengkapi portofolio produk yang sudah ada. Ekspansi strategis ini mencerminkan kepercayaan Virtue Diagnostics pada potensi layanan kesehatan Indonesia dan komitmen untuk menyediakan ekosistem diagnostik yang lebih lengkap.
Hingga saat ini, Virtue Diagnostics telah memiliki izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia, yang mencerminkan komitmen kuat kami dalam memperluas akses terhadap solusi diagnostik in vitro berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal.
Selain itu, platform unggulan meliputi Imunologi, Biokimia, Hematologi, dan Diagnostik Molekuler telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, yang semakin menegaskan komitmen kami dalam mendukung kemandirian sistem kesehatan Indonesia serta memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri.
Produk-produk tersebut mendukung berbagai program prioritas pemerintah, antara lain Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030, serta program skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....