BBPOM Jakarta Gandeng LPAI, Lindungi Anak Dari Dampak Penyalahgunaan Obat

  • 22 Jul 2026 11:07 WIB
  •  Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung perlindungan anak di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Kepala BBPOM di Jakarta dengan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan Kak Seto pada Senin, 20 Juli 2026.

Dikutip dari siaran persnya, pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai langkah awal membangun kolaborasi yang lebih erat dalam upaya melindungi anak dari dampak penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan bahan berbahaya.

Kepala BBPOM di Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra menjelaskan bahwa kolaborasi ini dimaksudkan untuk menekan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak akibat penyalahgunaan obat.

“Melalui sinergi ini, BPOM dan LPAI diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan komunikasi, informasi, edukasi, serta kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak,” jelasnya.

Pertemuan membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara BPOM dan LPAI. Fokus utama pembahasan adalah penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan dan bahan berbahaya yang dapat memicu terjadinya kekerasan maupun berbagai permasalahan yang mengancam tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Kak Seto menyambut baik kolaborasi ini untuk melindungi dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai dampak penyalahgunaan obat berbahaya.

“Upaya kerjasama ini sejalan dengan program-program di LPAI, dan kami mendukung terlaksananya kolaborasi dengan BPOM, “jelasnya.

Kedua belah pihak sepakat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Melalui audiensi ini, BBPOM di Jakarta berharap sinergi dengan LPAI dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif yang berorientasi pada pencegahan, edukasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, serta terlindungi dari penyalahgunaan obat-obatan dan bahan berbahaya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....