Posyandu Lansia Jadi Andalan, Kemenkes Dorong Pemeriksaan Kesehatan Berkala

  • 06 Jul 2026 14:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kesehatan lansia menjadi perhatian penting yang sering kali terabaikan karena banyak orang tua merasa dirinya baik-baik saja tanpa keluhan berarti. Padahal, perasaan sehat tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi tubuh yang sesungguhnya, terutama untuk penyakit yang berkembang secara perlahan.

Pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia sangat dianjurkan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, khususnya tekanan darah tinggi dan diabetes yang kerap tidak menimbulkan gejala jelas. Kenaikan gula darah maupun tensi yang terjadi secara bertahap membuat penderitanya tidak menyadari adanya masalah hingga kondisinya sudah cukup parah.

Dilansir dari Kementrian Kesehatan RI, pada 6 Juli 2026, dr Imran Pambudi, M.P.H. menjelaskan bahwa gula darah menjadi salah satu faktor paling berbahaya karena dapat memicu berbagai komplikasi di hampir seluruh organ tubuh.

"Sebenarnya yang paling jahat itu adalah gula, karena gula itu akan membuat darah kental, sehingga memicu mikroangiopati," ujar dr Imran.

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh bagian tubuh yang dialiri darah berisiko terdampak, kecuali kuku dan rambut yang tidak memiliki pembuluh darah. Kondisi inilah yang membuat diabetes dijuluki sebagai induk dari segala penyakit karena dampaknya yang meluas ke berbagai organ.

Terkait frekuensi pemeriksaan, Dr. Imran menyarankan agar lansia melakukan cek kesehatan secara berkala demi memantau kondisi tubuh secara berkelanjutan.

"Minimal setahun sekali, tapi kalau mau enam bulan sekali juga tidak apa-apa," jelas dr Imran.

Selain itu, menurut Dra. Meinarwati, Apt, M.Kes. selaku Wakil Ketua Yayasan Perempuan Peduli Kesehatan Usia Lanjut, Posyandu Lansia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap bulan bagi para lansia.

"Iya, sebulan sekali di Posyandu, tapi bukan CKG (Cek Gula) lengkap ya, hanya pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tensi, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Sepertinya kalau itu rutin dilakukan sebulan sekali, aman kok," ujar Dra. Meinarwati, Apt, M.Kes.

Pentingnya edukasi keluarga agar lansia disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, bukan sekadar demi memenuhi ekspektasi hasil pemeriksaan. Kepatuhan pengobatan yang konsisten dinilai jauh lebih penting daripada sekadar tampil "sehat" saat momen pemeriksaan berlangsung.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....