BBPOM Jakarta Edukasi Masyarakat Gunakan Jamu yang Aman
- 25 Jun 2026 20:17 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta kembali menggelar webinarSelayar Jakarta – Sosialisasi Edukasi melalui Layar untuk Masyarakat Jakarta, pada Rabu 24 Juni 2026, dalam rangka memberikan edukasi terkait Obat Bahan Alam. Dengan mengusung tema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat”, kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, pelaku usaha obat bahan alam, akademisi, Tim Penggerak PKK, organisasi masyarakat, pramuka, hingga masyarakat umum lainnya.
Acara dibuka oleh Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, sebagai wujud komitmen dalam memperoleh edukasi seputar obat bahan alam. Obat Bahan Alam atau Jamu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia dan merupakan bentuk kearifan lokal untuk menjaga kesehatan. Selain itu, Jamu telah juga diakui sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan, baik nasional maupun global.
“Penggunaan obat bahan alam sudah berkembang menjadi fitofarmaka. Jakarta sebagai pusat perdagangan ekonomi dan nasional merupakan posisi yang strategis, sehingga memiliki potensi besar dalam penjualan obat bahan alam. Peluang tersebut harus disambut dengan optimis mengingat permintaan terhadap obat bahan alam terus meningkat seiring dengan kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam (Back to Nature) dalam memelihara kesehatannya,” ujar Sofiyani.
Dibalik potensi besar tersebut, peredaran obat bahan alam yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dan produk ilegal masih ditemukan. Dengan demikian, hal tersebut menjadi tantangan dalam memperkuat pengawasan terkait obat bahan alam.
Obat bahan alam mengandung BKO sangat berbahaya, lantaran dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius dan kerusakan organ permanen. Adanya penambahan BKO seperti tramadol, piroksikam, deksametason, parasetamol, kafein, dan alopurinol, dapat memberikan efek “cespleng” atau instan, yang seolah-olah menyembuhkan, namun sebenarnya sangat berisiko terhadap kesehatan. Adapun obat bahan alam yang mengandung BKO dan telah masuk dalam Public Warning, ditarik dan dilarang beredar di antaranya adalah Tawon Liar, Wan Tong, Cobra X, Tongkat Arab.
Oleh karena itu, masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas dengan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa, serta bersikap kritis dan waspada terhadap setiap produk obat bahan alam yang menawarkan klaim berlebihan dan efek instan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan keutuhan kemasan, membaca informasi pada label produk, memastikan nomor izin edar BPOM serta tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan,” katanya.
Pada kesempatan itu, para narasumber memaparkan tentang penggolongan obat bahan alam, regulasi yang berlaku, tata cara mendapatkan sertifikasi produk serta cara memilih dan mengonsumsi obat bahan alam dengan tepat. Selain itu, juga disampaikan hasil intensifikasi pengawasan oleh BBPOM di Jakarta dalam rangka melindungi masyarakat terhadap peredaran obat bahan alam ilegal di wilayah DKI Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....