Kecanduan Gawai dan Banjir Dopamin Bisa Mengganggu Kesehatan Mental
- 07 Jun 2026 09:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Penggunaan gawai dan media sosial yang semakin masif perlu diimbangi dengan pengelolaan yang bijak. Jika digunakan secara berlebihan, perangkat digital dapat memicu kecanduan hingga berdampak pada kesehatan mental seseorang.
Dosen dan Konselor Komunitas Lentera Jiwa RKI Makassar, Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., mengatakan gawai memiliki banyak manfaat sebagai sarana belajar, mencari informasi, dan memperluas wawasan. Namun, tanpa pengendalian yang baik, penggunaan gawai justru dapat menimbulkan berbagai persoalan psikologis.
Menurutnya, salah satu dampak yang muncul adalah meningkatnya produksi dopamin akibat paparan konten digital secara terus-menerus. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami ketergantungan terhadap gawai dan media sosial.
"Ketika tidak dikelola dengan baik, gawai dapat memicu banjir dopamin yang akhirnya membuat seseorang kecanduan dan mengalami penurunan konsentrasi," kata Kodariyah dalam program Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, bukan hanya durasi penggunaan yang perlu diperhatikan, tetapi juga jenis konten yang dikonsumsi. Paparan konten kekerasan, gaya hidup mewah, hingga budaya pamer di media sosial dinilai dapat memengaruhi kondisi emosional pengguna.
Orang yang memiliki rasa percaya diri rendah atau merasa tidak aman dengan dirinya sendiri berpotensi lebih mudah terdampak. Kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan apa yang ditampilkan di media sosial dapat memunculkan perasaan minder, cemas, hingga menurunkan rasa syukur.
Qodaria menilai keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua perlu mendampingi anak saat menggunakan gawai sekaligus mengarahkan mereka untuk mengakses konten yang edukatif dan sesuai usia.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan interaksi langsung bersama keluarga maupun lingkungan sekitar. Komunikasi yang hangat dan aktivitas bersama dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
Menurutnya, teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan menjadi sumber tekanan psikologis. Oleh karena itu, kemampuan mengelola penggunaan gawai menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan mental di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....