Kesehatan Mental Keluarga Dimulai dari Komunikasi yang Hangat

  • 07 Jun 2026 09:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Komunikasi yang hangat dan terbuka menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan mental keluarga di tengah berbagai tekanan kehidupan modern. Setiap anggota keluarga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan perasaan, pendapat, maupun keluh kesah tanpa rasa takut dihakimi agar tercipta suasana rumah yang aman dan nyaman secara emosional.

Dosen sekaligus Konselor Komunitas Lentera Jiwa RKI Makassar, Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., mengatakan keluarga yang sehat secara mental ditandai dengan hubungan yang harmonis, komunikasi yang mengalir, serta adanya penerimaan terhadap setiap anggota keluarga.

"Ketika komunikasi dalam keluarga berjalan baik, anggota keluarga dapat saling memahami dan mendukung. Sebaliknya, jika komunikasi mulai tertutup dan dipenuhi emosi negatif, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mental dalam keluarga," ujar Kodariyah saat dialog bersama RRI jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu penyebab rumah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman adalah karena setiap anggota keluarga membawa beban emosi dari aktivitas di luar rumah tanpa dikelola dengan baik. Akibatnya, interaksi di rumah lebih banyak diwarnai kemarahan, kelelahan, maupun konflik dibandingkan kehangatan dan kasih sayang.

Ia menilai rumah seharusnya menjadi tempat untuk saling mengisi energi psikologis melalui percakapan, pelukan, maupun waktu berkualitas bersama keluarga. Dengan demikian, setiap anggota keluarga dapat merasa diterima dan didukung dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Qodaria juga mengingatkan pentingnya menghindari respons yang meremehkan kondisi psikologis seseorang, seperti mengatakan "jangan baper" atau "itu cuma pikiranmu saja". Menurutnya, kalimat semacam itu justru dapat memperburuk kondisi seseorang yang sedang mengalami tekanan mental atau memiliki trauma emosional.

Selain komunikasi yang baik, keluarga juga perlu membangun kebiasaan sederhana untuk menjaga kesehatan mental, seperti meluangkan waktu bersama, melakukan teknik pernapasan, mindfulness, hingga memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri.

Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental keluarga karena rumah yang dipenuhi kasih sayang dan komunikasi yang sehat akan menjadi tempat terbaik bagi setiap anggota keluarga untuk tumbuh, berbagi, dan saling menguatkan.

"Kesehatan mental keluarga dimulai dari kemampuan setiap anggota untuk saling mendengar, memahami, dan hadir satu sama lain dalam berbagai situasi kehidupan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....