Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Ginjal
- 05 Mei 2026 13:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus gagal ginjal yang berujung pada tindakan cuci darah terus meningkat dan kini mulai merambah kalangan usia muda. Pada 2025, anggaran BPJS Kesehatan untuk pengobatan gagal ginjal telah mencapai Rp13,3 triliun, dan yang lebih mengkhawatirkan, pasiennya semakin banyak berasal dari kelompok usia produktif bahkan remaja.
Berdasarkan survei di Indonesia, kejadian gagal ginjal tertinggi justru terjadi pada pasien di bawah usia 50 tahun, dengan tidak sedikit di antaranya berusia di bawah 20 tahun. Dikutip dari Halodoc, Selasa, 5 Mei 2026, ginjal memiliki peran yang sangat vital bagi tubuh manusia, mulai dari menyaring darah, membuang racun dan zat sisa metabolisme, menjaga keseimbangan cairan, hingga membantu pembentukan sel darah merah.
Ketika fungsi ginjal terganggu, seluruh sistem tubuh ikut terdampak. Penyakit ginjal di usia muda membawa dampak yang sangat besar, baik secara fisik, mental, maupun sosial, mengingat masa muda seharusnya menjadi masa paling produktif dalam kehidupan seseorang. Lantas, apa saja kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak ginjal?
"Pertama, kurang minum air putih. Kebiasaan malas minum air putih menyebabkan dehidrasi kronis yang membuat racun menumpuk dalam tubuh dan meningkatkan risiko batu ginjal. Seiring waktu, beban kerja ginjal meningkat dan fungsinya perlahan menurun," bunyi artikel tersebut.
Kedua, konsumsi gula berlebihan. Minuman bersoda, jus kemasan, es krim, hingga berbagai camilan manis kini sangat mudah dijangkau anak muda. Konsumsi gula berlebihan secara terus-menerus dapat memicu diabetes tipe 2 yang merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal, karena gula darah yang tidak terkontrol akan merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal secara perlahan.
Ketiga, konsumsi garam berlebihan dari makanan instan, cepat saji, dan camilan asin yang mengandung kadar natrium sangat tinggi. Asupan garam berlebih memicu hipertensi yang pada akhirnya merusak pembuluh darah ginjal dan menurunkan kemampuannya menyaring darah.
Keempat, olahraga berlebihan tanpa hidrasi yang cukup. Faktor lainnya yang juga tidak boleh diabaikan adalah kebiasaan merokok dan konsumsi sembarangan obat pereda nyeri. Merokok mempersempit pembuluh darah di seluruh tubuh termasuk yang menuju ginjal, sehingga aliran darah dan pasokan oksigen ke organ ini terganggu.
"Sementara itu, konsumsi ibuprofen, aspirin, dan jenis obat antiinflamasi non-steroid lainnya secara rutin tanpa pengawasan dokter dapat menghambat aliran darah ke ginjal dan berujung pada kerusakan permanen jika terus berlanjut," bunyi artikel tersebut.
Merespons situasi ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukan penapisan urin setahun sekali bagi anak-anak usia sekolah sebagai langkah deteksi dini, dikutip dari Antara, 5 Mei 2026.
Langkah sederhana yang bisa dimulai sekarang adalah mencukupi kebutuhan air putih setiap hari, mengurangi konsumsi gula dan garam dari makanan serta minuman kemasan, berolahraga secukupnya dengan tetap menjaga hidrasi, menghindari rokok dan alkohol, tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa resep dokter, serta rutin memeriksa tekanan darah dan kadar gula darah. (Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....