Suhu Jabodetabek 31-34 Celsius, Ini Tips Cegah Risiko akibat Panas Ekstrem
- 28 Apr 2026 17:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suhu udara di wilayah Jabodetabek belakangan ini terasa semakin terik dan menyengat. Bahkan, di beberapa titik, suhu dilaporkan mendekati 35 derajat Celsius. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan pada masyarakat terkait penyebab cuaca panas yang terasa lebih ekstrem dari biasanya.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu yang tercatat sebenarnya masih berada dalam kategori normal, yakni sekitar 31 hingga 34 derajat Celsius. Namun, intensitas panas yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi akibat kombinasi beberapa faktor alam, termasuk posisi matahari dan kondisi atmosfer.
Salah satu penyebab utama adalah pergerakan semu matahari yang saat ini berada di selatan ekuator. Posisi ini membuat wilayah Indonesia menerima paparan sinar matahari dengan intensitas lebih besar dan durasi lebih panjang. Terlebih, minimnya awan di langit menyebabkan radiasi sinar ultraviolet langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak hambatan.
Faktor lain yang memperkuat kondisi panas adalah hembusan angin timur dari Australia yang membawa udara kering. Kondisi ini menghambat pembentukan awan hujan dan menciptakan langit cerah atau clear sky. Situasi ini umum terjadi saat masa peralihan musim atau pancaroba, di mana siang hari terasa sangat panas, tetapi berpotensi hujan pada sore atau malam hari.
Adapun beberapa faktor kunci yang memperparah kondisi cuaca panas saat ini adalah pergeseran semu matahari ke titik selatan ekuator yang meningkatkan fokus radiasi. Kemudian, minimnya tingkat kelembapan udara akibat angin kering dari Australia yang menghambat kondensasi air. Lalu, adanya kondisi musim pancaroba atau transisi dari kemarau ke hujan, yang sering ditandai dengan langit terik di siang hari, namun berpotensi hujan deras di sore hari.
Dilansir dari Halodoc, cuaca panas ekstrem tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berisiko bagi kesehatan. Paparan panas berlebih dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heatstrokeyang berbahaya. Gejala seperti pusing, mual, dan demam ringan juga sering muncul, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap perubahan suhu.
Langkah Pencegahan dan Perlindungan Diri Selama Cuaca Panas
Masyarakat disarankan untuk melakukan langkah pencegahan. Beberapa di antaranya dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh minimal dua liter per hari, menggunakan pakaian ringan berwarna cerah, serta menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada pukul 10.00-14.00 WIB, saat paparan sinar matahari mencapai puncaknya.
Langkah Medis Praktis yang Dapat Diterapkan
Sebaiknya, konsumsi air putih secara rutin minimal 2 liter sehari untuk mencegah dehidrasi. Kemudian, gunakan pakaian berbahan ringan dan berwarna cerah yang dapat memantulkan panas. Gunakan pula tabir surya (sunscreen) dengan SPF yang mencukupi untuk melindungi kulit dari kerusakan sel akibat sinar UV. Lalu, konsumsi buah-buahan yang kaya akan kandungan air dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Terakhir, tanam lebih banyak pohon atau tanaman di lingkungan rumah agar dapat membantu menurunkan suhu mikro di sekitar tempat tinggal.
(Kayla Maiza - Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957 Jakarta).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....